Mulianya Memaafkan Diri dan Orang Lain

  • 22 Mar 2026 12:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Manusia tidak luput dari kesalahannya. Ada kalanya kesalahan itu tidak disadari. Karena setiap orang punya latar belakang berbeda, sensitivitas hati berbeda, kepekaan berbeda, sehingga wajar jika terjadi konflik. Penting untuk berdamai dengan diri sendiri dan orang lain. Jika seseorang tidak berdamai dengan masa lalu, tidak memaafkan diri dan orang lain, maka energi akan cepat habis dengan emosi-emosi negatif. Seperti disampaikan Ustad Fadli Reza Nasir kepada Pro 1 Kamis, 19 Maret 2026 sore.

Banyak hal di hari ini dan masa depan yang harus disyukuri secara maksimal. Tetapi tidak terlaksana dengan baik karena energi kebaikan hatinya digerus oleh emosi negatif masa lalu. Ini terjadi karena seseorang belum memaafkan diri sendiri dan orang lain.

Memaafkan orang lain merupakan perintah dari Allah. Seperti yang tertuang dalam Surah An-Nur : Wal yafu wa yasfuhu ala tuhibna an rasulillah fi'ilallahu lahu wallahu rahuhum jahim. Artinya : Dan hendaklah mereka memaafkan dan berdoa dengan banyak. Dan tidakkah kamu ingin Allah mengampuni kalian dan Allah mengampuni kamu?

Kandungan dari ayat ini adalah ketika seseorang memaafkan orang lain, orang itu mendapatkan rezeki dari Allah. Yaitu diampuni kesalahan yang ada pada dirinya. Kesalahan yang belum diampuni Allah disebabkan manusia berlaku dzalim kepada orang lain. Maka perlu memohon ampunan yang sungguh-sungguh.

Jika manusia saling memaafkan, maka bekas kesedihan dalam diri akan hilang. Saling memaafkan adalah hal yang baik. Berguna untuk kesehatan hati agar senantiasa menjadi qolbu salim yaitu hati yang selamat. Bukan sebaliknya, qolbu maruf yaitu hati yang sakit atau mati.

”Hati manusia akan mendapatkan kebahagiaan dari Allah jika saling memaafkan kesalahan," ujarnya.

Terkadang kebahagiaan tidak dapat dirasakan oleh seseorang karena hatinya sedang sakit. Sehingga memaafkan adalah langkah yang tepat untuk membersihkan hati. Islam memerintahkan kepada umatnya untuk tidak bermusuhan lebih dari 3 hari. Tujuannya agar saling memaafkan dan mendapatkan balasan surga. Allah akan menambah kemuliaan kepada hamba-Nya yang memaafkan kesalahan sesamanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....