Khutbah Idulfitri di Denggung Sleman: Puasa Dimaknai lewat Falsafah Jawa
- 20 Mar 2026 10:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Lapangan Denggung kembali menjadi lokasi pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat, 20 Maret 2026. Salat Idulfitri di-imami oleh Ketua PCM Ngaglik, Sukamta yang sekaligus bertindak sebagai khatib.
Pada saat menyampaikan khutbah Salat Idulfitri, Sukamta menekankan pentingnya memaknai ibadah puasa yang tidak hanya sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter yang selaras dengan nilai-nilai budaya Jawa. Ramadan sejatinya mengajarkan manusia untuk kembali memahami jati diri dan tujuan hidup. Hal ini sejalan dengan falsafah Jawa sangkan paraning dumadi, yang mengingatkan manusia tentang asal-usul dan tujuan akhir kehidupannya.
“Jangan sombong karena kebaikan, karena jabatan, karena kepribadian, dan Allah memberi izin kepada kita untuk beribadah kepada Allah,” ujar Sukamta saat memberikan khutbah Idulfitri di Lapangan Denggung Sleman, Jumat, 20 Maret 2026.
Selain itu, Sukamta juga mengaitkan ibadah puasa dengan ajaran falsafah Jawa aja dumeh, yakni larangan untuk bersikap sombong atau merasa lebih dari orang lain. Menurutnya, keberhasilan menjalankan puasa seharusnya melahirkan sikap rendah hati, bukan justru merasa paling benar atau paling suci.
Selain itu, Sukamta menyinggung konsep adigang, adigung, adiguna yang kerap menjadi pengingat dalam budaya Jawa agar manusia tidak menyalahgunakan kekuatan, kedudukan, maupun kepintaran. Puasa, kata dia, menjadi sarana efektif untuk mengendalikan ego dan menahan diri dari sifat-sifat tersebut.
“Dan marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Bukan hanya dengan ibadah tetapi juga dengan amal dan kehidupan kita sehari-hari,” kata Sukamta.
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapangan Denggung tahun ini berlangsung khidmat dengan diikuti ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Sleman dan sekitarnya. Diperkirakan ada sekitar 10.000 jamaah yang hadir pada pelaksanaan salat Idulftri. Momentum Idulfitri ini pun diharapkan menjadi titik awal bagi masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai spiritual sekaligus kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....