Kaum Muda Katolik Siap Jalankan Aksi Ekologis 21 Hari
- 17 Mar 2026 11:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Rangkaian kegiatan Laudato Si’ Generation Camp II resmi ditutup hari Minggu, 15 Maret 2026 di Joglo Green House, Umbulmartani, Sleman. Selama tiga hari, para peserta yang terdiri dari kaum muda Katolik, mahasiswa, dan pekerja muda dari berbagai daerah telah mendalami tema acara "Jalan Pulang Merawat Bumi Rumah Kita Bersama" melalui serangkaian observasi alam, diskusi kritis, dan refleksi spiritual.
"Kami sangat bersukacita karena momentum pertemuan ini menjadi rumah untuk berbagi perspektif, pengalaman, dan ide-ide luar biasa yang dapat dituangkan dalam praktik baik bersama," ujar Ketua Panitia Camp Matilda Tjundawan.
Acara yang dimulai sejak Jumat, 13 Maret 2026 dibuka dengan pembekalan metodologi See, Judge, Act dalam pelatihan Complex Problem Solving oleh Cyprianus Lilik KP, Koordinator Umum Gerakan Laudato Si' Indonesia (LSI). Fondasi ini dipadukan dengan penguatan spiritualitas oleh Kristien Yuliarti dari Omah Hijau yang mengajak peserta memahami tiga ranah misi Gerakan LSI: Konversi Ekologis, Keberlanjutan, dan Advokasi Profetik.
Puncak kegiatan terjadi pada hari kedua melalui sesi Kelas Alam, di mana peserta melakukan observasi langsung terkait kondisi tanah dan udara. Di Pos Tanah, peserta diajak memuliakan tanah dan mengenali kesehatan tanaman bersama Ester Dwi Wulan Nugraheni dari Kebun Candi. Sementara itu, di Pos Udara, peserta diajak memahami langit yang bernafas dan mencermati burung sebagai indikator kualitas udara bersama Prof. Ir. Ign. Pramana Yuda, M.Si., Ph.D. dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Aspek kebijakan juga menjadi sorotan tajam dalam sesi diskusi bersama Romo Marthen Jenarut, S.Fil, SH, MH yang membedah isu pemberian izin usaha pertambangan bagi ormas keagamaan dalam perspektif Ekologi Integral. Sementara itu, Bukhi Prima Putri dari Bhumi Bhuvana memberikan perspektif baru mengenai gaya hidup relevan.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti pertobatan ekologis dan pemberkatan khusus pada Minggu pagi sebagai simbol pengutusan untuk kembali ke komunitas masing-masing.
"Kami merancang alur kegiatan ini sebagai bekal bagi peserta dalam perjalanan merawat bumi sebagai rumah kita bersama. Bekal sudah ada, kini fokus kami adalah menjaga semangat yang dimulai dari 21 hari aksi nyata agar tetap tetap terhubung merawat bumi," kata Seksi Acara Camp II, Yakob Jati Yulianto.
Perjalanan para peserta terus berlanjut. Peserta telah bersepakat agar semua peserta tetap terhubung melalui Tantangan Aksi Ekologis 21 Hari, di mana setiap peserta berkomitmen melakukan perubahan gaya hidup nyata.
Laudato Si’ Generation Camp II yang diselenggarakan oleh Gerakan Laudato Si' Indonesia bekerja sama dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan lingkungan yang lebih masif di kalangan kaum muda Katolik Indonesia, demi memastikan keberlanjutan masa depan rumah kita bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....