Bazar Ramadan 2026, Ruang Pemberdayaan Ekonomi Lokal di Yogyakarta
- 07 Mar 2026 13:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Bazar Ramadan 2026 yang digagas oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama TP PKK DIY dengan mengusung tema “Langkah Emas Yogyakarta Berhaji” resmi dibuka pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi wadah kolaboratif antara Pemerintah Daerah DIY, TP PKK DIY, masyarakat, serta para pelaku UMKM untuk mendorong pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan.
Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Bazar Ramadan 2026 yang berlangsung di Pendapa Wiyatapraja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Acara ini menghadirkan puluhan tenant bazar dan dihadiri oleh Ketua TP PKK DIY GKR Hemas, Wakil Ketua TP PKK DIY GKBRAA Paku Alam, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Srie Nurkyatsiwi, Area Manager BSI Yogyakarta Muhammad Taqiyuddin, serta para ketua dari lima organisasi wanita di DIY.
Membacakan sambutan Wakil Gubernur DIY, Srie Nurkyatsiwi menjelaskan bahwa Bazar Ramadan tidak hanya menjadi tempat jual beli antara pelaku usaha dan masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut juga berperan sebagai media promosi bagi UMKM dalam memperkuat perekonomian daerah.
“Melalui event yang sangat luar biasa ini kita tidak hanya menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan berbagi kebaikan di bulan yang penuh berkah yaitu bulan suci Ramadan. Tetapi juga membuka peluang bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan dan memasarkan produknya. Hal ini tentu menjadi langkah penting dalam menggali potensi ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” ujar Siwi.
Ia menambahkan, kegiatan ini mengedepankan nilai kebermanfaatan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Hal tersebut selaras dengan tema Hari Jadi DIY ke-271 yaitu “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”.
“Semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan yang menjadi nilai luhur bangsa Indonesia dapat terus dipelihara dan diperkuat melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” katanya.
Lebih lanjut, Siwi berharap bazar ini mampu menjadi ruang kolaborasi yang mendorong masyarakat untuk belajar, berbagi pengalaman, serta saling memperkuat. Kehadiran mitra seperti BSI juga diharapkan dapat membantu meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta memperluas pemahaman dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan produktif.
Hal senada disampaikan Ketua TP PKK DIY GKR Hemas yang menilai Bazar Ramadan 2026 menjadi sarana pemberdayaan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. “Melalui Bazar ini juga kita memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ekonomi rumah tangga,” ucap Wakil Ketua DPD RI tersebut.
Bazar Ramadan 2026 juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran PKK di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan ekonomi keluarga dan peningkatan literasi keuangan yang lebih inklusif.
“Hari ini adalah contoh nyata kolaborasi yang produktif menghubungkan pemberdayaan ekonomi, nilai-nilai spiritual Ramadan, serta perencanaan masa depan yang lebih baik,” kata GKR Hemas.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Bank Syariah Indonesia yang telah mendukung upaya PKK DIY dalam meningkatkan edukasi dan literasi keuangan masyarakat. Menurutnya, tema yang diangkat tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga mengajak masyarakat untuk mempersiapkan perencanaan keuangan yang matang dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Area Manager BSI Yogyakarta Muhammad Taqiyuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa niat menuju Tanah Suci dapat direncanakan sejak dini. Ia berharap sinergi ini dapat terus berlanjut untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat.
“Melalui sinergi ini kami berharap BSI tidak hanya menjadi sahabat finansial, tetapi juga sahabat spiritual dan sosial bagi seluruh masyarakat Yogyakarta khususnya ibu-ibu penggerak ekonomi keluarga,” kata Taqiyuddin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....