Berkah Milad ke-83 UII, Rumah Andi Prastowo Direnovasi Lebih Layak Huni
- 06 Mar 2026 00:50 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan perguruan ttinggi diharapkan semakin kuat untuk mendorong percepatan pengentasan kemiskinan di wilayahnya. Hal ini ditegaskan Bupati Sleman, Harda Kiswaya seusai peletakan batu pertama Program Bedah Rumah dalam rangka memperingati Milad ke-83 Universitas Islam Indonesia (UII), di Dusun Ngalian, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Kamis, 5 Maret 2026.
Harda mengungkapkan, dengan masih adanya sekitar 7.000 rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayahnya kolaborasi sangat dibutuhkan. Apalagi menurutnya saat ini, bantuan dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Sleman dikurangi sekitar Rp279 miliar.
Harda yang juga merupakan lulusan UII ini mengaku sangat senang dengan adanya dukungan dari almamaternya, yang diharapkan menjadi sebuah semangat yang bisa memicu sinergi dan kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi tidak hanya dengan UII.
"Bagi kami sekali lagi amat sangat membantu tugas pemerintah, karena dengan adanya bedah rumah ini tentu kesejahteraan masyarakat kami bertambah, mudah-mudahan angka kemiskinan juga terus berkurang. Sehingga saya berharap kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi tidak hanya dengan UII, saya berharap nanti bisa terwujud dengan baik sehingga tugas pemerintah akan jauh lebih ringan," katanya.
Melalui sinergi yang dilakukan ini, Harda juga memastikan gerak langkah pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat lebih ringan dan mudah. Sehingga ia sangat berharap kolaborasi ini bisa menjadi contoh di lingkungan Kabupaten Sleman dengan perguruan-perguruan tinggi yang lainnya untuk bisa bersama-sama membangun Sleman.
Harda menyampaikan, kemampuan fiskal pemerintah yang terbatas saat ini hanya mampu menyasar ratusan RTLH setiap tahunnya. Meski demikian, dukungan ini hanya bisa sekitar Rp20 juta untuk setiap rumah, sehingga dukungan baik dari pemilik rumah ataupun masyarakat masih sangat diperlukan.
Harda juga berupaya, dukungan untuk rehabilitasi RTLH ini nantinya dapat semakin meningkat dan diupayakan bisa Rp25-30 juta per rumah. Untuk itu memang diakui, butuh dukungan berbagai pihak dalam mewujudkan rumah layak huni di Kabupaten Sleman ini.
"Mudah-mudahan nanti dengan perguruan tinggi maupun dengan bisa swasta yang lain. Sehingga betul-betul nanti program kami mengesahkan kemungkinan di Kabupaten Sleman bisa berjalan dengan cepat. Kondisi saat ini kemiskinan di Sleman turun meski masih sekian digit, tapi alhamdulillah, sehingga harapannya dengan bantuan seperti yang dilakukan UII ini dapat semakin pesat turunnya angka kemiskinan, " ujarnya.
Sementara itu, Rektor UII, Fathul Wahid mengatakan, program Bedah Rumah di Dusun Ngalian ini menandai salah satu rangkaian Milad ke-83 UII. Termasuk bakti sosial dengan membagikan 200 paket sembako bagi warga yang membutuhkan.
Selain kedua program ini, Fathul menyebutkan, UII juga akan melanjutkan dengan memberikan pendampingan untuk program-program pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai program ini diharapkan UII bisa membawa andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Tidak hanya memberi tapi juga mengawal. Mudah-mudahan ini punya dampak, punya andil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga optimisme publik," katanya.
Fathul menjelaskan, rumah di Dusun Ngalian yang dipilih untuk program pertama pada Milad UII ini berdasarkan rekomendasi dari Pemerintah Kapanewon Ngemplak. Ditargetkan bedah rumah ini bisa selesai dalam kurun waktu dua bulan.
"Insyaallah dua bulan selesai mudah-mudahan tidak ada aral. Semoga nanti bisa langsung bisa di tempati, biar nanti kita bisa pindah ke tempat lain," ujarnya.
Penerima manfaat, Andi Prastowo mengungkapkan, rumah yang sebelumnya ada memang diakui tidak layak. Ia mengaku bersyukur rumahnya bisa dibedah dan menjadi layak huni. "Alhamdulillah, senang sekali. Terima kasih bantuannya," ujarnya.
Sebagai informasi rumah Andi Prastowo yang akan dibedah berukuran 4x7 meter, dengan desain dinding tembok, dua kamar tidur, wc, dan dapur, serta ruang untuk keluarga. Sebelumnya rumah ini berukuran 1,5x6 dan dihuni 5 orang dengan tembok separuh batako dan anyaman bambu dengan lantai tanah dan sanitasi tidak layak.
Program bedah rumah yang terletak di Dusun Ngalian, Kalurahan Widodomartani, dengan total anggaran sebesar 60 juta rupiah. Kolaborasi Lazis UNISIA, yang berada di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf UII, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII, Panitia Milad ke-83 UII, serta Kapanewon Ngemplak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....