Harga Cabai Rawit Meroket, Penjual Gudeg Yogyakarta Hanya Bisa Pasrah
- 06 Mar 2026 00:01 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dampak lonjakan komoditas harga cabai di pasaran pada bulan Ramadan ini mulai dikeluhkan pedagang. Dari pantauan di Pasar Beringharjo, Rabu, 4 Maret 2026 menyentuh Rp95 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang gudeg di Kemantren Wirobrajan, Sudaryanti mengatakan, tingginya harga bahan pada bulan Ramadan merupakan siklus tahunan. Meski cukup berat, namun diakuinya mau tidak mau tetap harus membeli cabai karena memang itu menjadi salah satu bahan utama.
Sudaryanti mengatakan, tingginya harga cabai juga berpengaruh pada keuntungan yang kian menipis. Karena dijelaskannya, cabai rawit merah menjadi bumbu terpenting dari sambal krecek pada gudeg dan ia memilih tidak menaikkan harga jual meski menggunakan sambal krecek.
“Pas naik harga bahan baku ya cuma pasrah, kalau naikin harga jual khawatir langganan malah tidak beli,” katanya.
Pedagang sayur pasar Beringharjo, Ida Chabibah menyampaikan, faktor cuaca sangat berpengaruh pada sejumlah komoditas, salah satunya cabai. Intensitas hujan yang tinggi berdampak pada menurunnya hasil panen petani, sehingga hal ini mengakibatkan kenaikan harga cabai.
Ida menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit merah berlangsung selama bertahap sejak awal bulan ramadan, sebelum memasuki puasa harga cabai masih berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram. Kemudian di pekan pertama ramadan harga cabai naik menjadi Rp84 ribu, harga terus menanjak pada pekan kedua sempat menyentuh Rp100 ribu per kilogram dan turun menjadi Rp95 ribu per kilogram.
Sebagai pedagang Ida juga memprediksi, pada momen mendekati hari lebaran nanti harga cabai rawit merah akan terus meroket. Hal ini berdasarkan pengalaman pada tahun sebelumnya cabai rawit merah bisa menyentuh Rp105 ribu per kilogram, sepekan sebelum lebaran.
“Harga cabai rawit merah dari awal Ramadan sampai sekarang fluktuatif, seminggu kenaikannya sampai empat kali,” ucapnya.
Ida mengakui, situasi bulan Ramadan di tengah musim penghujan ini memang membuat harga sejumlah komoditas sayuran tidak stabil. Hal ini menyebabkan pasokan menurun, namun permintaannya cenderung tinggi.
“Selain cabai rawit merah, brokoli dan bunga kol juga naik karena cuaca. Dua komoditas itu saat ini Rp35 ribu per kilogram, normalnya sepuluh ribuan,” ujarnya.
Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyampaikan, pemerintah kota (pemkot) akan melakukan kerjasama dengan daerah lain untuk memastikan pasokan cabai di Kota Yogyakarta tetap aman. Langkah ini juga diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan harga, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
"Memang kemudian perlu tambah lagi kerjasama antar daerah, tidak hanya di dalam DIY saja. Tapi juga ke daerah terdekat seperti Magelang untuk komoditas cabai,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....