Gelar Pameran Arsitektur, Mahasiswa Atma Jaya Ajak untuk Lebih Perhatikan Alam

  • 02 Mar 2026 15:13 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, YOGYAKARTA - Sebanyak 21 mahasiswa Universitas Atma Jaya memamerkan karya mereka di Jogja National Museum pada Senin, 2 Maret 2026. Pameran bertajuk “Vastu Shastra” ini berlangsung hingga Minggu, 8 Maret 2026, pukul 10.00–21.30 WIB.

Pameran ini terbagi ke dalam empat bagian yang merepresentasikan elemen-elemen alam. Ketua Pelaksana pameran, Pasha, menjelaskan bahwa konsep tersebut terinspirasi dari teknik arsitektur kuno India.

“Mengambil lima aspek dari elemen dasar di alam, dimulai dari earth (bumi), kemudian fire (api), air (udara), water (air), dan space (ruang). Melalui pameran ini kami ingin memperlihatkan bagaimana filosofi tiap elemen dapat diterapkan ke dalam desain arsitektural,” ujar Pasha.

Setiap bagian pameran memiliki keunikan yang menggambarkan karakter masing-masing elemen. Salah satunya terdapat pada bagian udara yang menampilkan sebuah denah rumah dengan konsep ventilasi alami.

Denah rumah tersebut memperlihatkan jendela-jendela terbuka dengan benang merah yang membentang ke dalam setiap ruangan. Instalasi itu mendemonstrasikan proses sirkulasi udara tanpa menggunakan pendingin ruangan atau AC.

Ketua Pameran, Sekar, menjelaskan bahwa tema ini diangkat sebagai respons terhadap maraknya isu bencana alam serta pembangunan yang dinilai kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan. Menurutnya, pendekatan arsitektur berkelanjutan saat ini kerap disalahartikan sehingga diperlukan sudut pandang baru yang lebih menekankan kedekatan desain dengan alam.

“Kami merasa kalau hanya membahas arsitektur yang sustainable itu sudah biasa, bahkan kadang maknanya melenceng, jadi kami mencoba memberi pendekatan lain yang lebih dekat dengan alam,” kata Sekar.

Pameran ini juga mendapat respons positif dari pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara. Thomas, seorang turis asing, menilai karya para mahasiswa tersebut terlihat profesional. “Menurutku itu sangat bagus sebagai proyek mahasiswa, terlihat sangat profesional. Semua orang juga menjelaskan dengan bahasa inggris kepadaku, tanpa itu aku tidak tahu apa yang terjadi. Jadi ya, aku sangat menyukainya,” jelas Thomas. (Aryasena)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....