Semangat Kedaulatan Menggema dari Wonosari
- 01 Mar 2026 10:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul: Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawa, memimpin upacara peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara yang berlangsung di Alun-alun Wonosari, Minggu 1 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Gubernur DIY yang menyoroti makna kedaulatan di era modern.
“Kedaulatan saat ini tidak lagi dimaknai sebatas penguasaan teritorial, melainkan kemampuan bangsa dalam menghadapi perubahan secara mandiri, adaptif, dan bermartabat di tengah perkembangan zaman,” ucapnya membaca amanat Gubernur.
Upacara tersebut merujuk pada momentum bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949, ketika Yogyakarta menjadi pusat perlawanan bangsa. Peristiwa itu menjadi bukti nyata kepada dunia internasional bahwa Republik Indonesia masih berdiri di tengah agresi kolonial.
“Aksi tersebut kemudian mendorong perhatian Dewan Keamanan PBB dan menekan Belanda untuk kembali ke meja perundingan. Proses diplomasi tersebut bermuara pada pengakuan kedaulatan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar,” katanya.
Makna historis 1 Maret semakin kuat setelah pemerintah menetapkannya sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara melalui Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022.
Dalam amanat gubernur yang dibacakan inspektur upacara, disampaikan pula bahwa tantangan kedaulatan masa kini semakin kompleks. Perubahan geopolitik global, ketergantungan ekonomi, serta derasnya arus digitalisasi dinilai turut mengubah lanskap sosial dan politik.
Karena itu, kedaulatan membutuhkan tata kelola pemerintahan yang transparan, berbasis data, dan berintegritas tinggi. Selain itu, dibutuhkan keberanian dalam mengambil kebijakan strategis yang berpihak pada kepentingan bangsa, meski tidak selalu populer dalam jangka pendek.
Di akhir amanat, masyarakat diajak untuk memaknai peringatan ini sebagai momentum refleksi sekaligus penggerak kontribusi nyata bagi negara, demi kesejahteraan bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....