Perkuat Standar Tata Kelola Seni, ISI Yogyakarta Gelar Art Handling Workshop
- 28 Feb 2026 20:24 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Program Studi Tata Kelola Seni (TKS Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, menggelar kegiatan Art Handling Workshop di Galeri RJ Katamsi, Rabu, 25 Februari 2026. Sebanyak 10 art handler profesional dari Helutrans hadir untuk memberikan edukasi langsung terkait penganan karya seni rupa.
Dosen Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta, Mikke Susanto menyatakan, pembelajaran tersebut menjadi langkah penting dalam menghubungkan mahasisa dengan realitas ekosistem seni rupa kontemporer. Menurutnya, memahami standar profesional seni global menjadi bekal anak didiknya saat terjun di sunia tersebut nantinya.
“Praktik langsung seperti ini penting agar mereka tidak hanya memiliki pengetahuan teoretis, tetapi juga kesiapan teknis dan manajerial dalam menghadapi art fair internasional, museum, maupun proyek pameran berskala besar,” ucapnya.
Mikke berharap setelah kegiatan tersebut, mahasiswa mampu memiliki standar kompetensi yang kuat. Hal itu meliputi manajemen logistik, teknis pameran, serta sistem kerja profesional.
“Tentunya kompetensi tersebut akan menjadi fondasi dasar bagi mereka untuk berkecimpung dalam industri seni global,” katanya.
Pada sesi praktik, mahasiswa mempelajari secara langsung teknik pemasangan (instalasi), pelepasan karya, hingga prosedur pengemasan yang aman dan presisi sesuai standar internasional. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai proses pergerakan karya seni, termasuk bagaimana karya-karya master kelas dunia ditangani dalam konteks art fair dan museum lintas negara.
Lebih lanjut, Mikke menyebut jika kehadiran praktisi internasional serta materi berbasis pengalaman lapangan memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai pusat pendidikan seni yang adaptif, responsif terhadap perkembangan industri, dan berorientasi pada daya saing lulusan.
“Workshop ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen ISI Yogyakarta dalam membangun ekosistem pendidikan seni yang terintegrasi antara akademik, praktik profesional, dan jejaring global,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....