Psikolog Ungkap Dampak Kekerasan pada Anak
- 28 Feb 2026 06:25 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dampak kekerasan terhadap anak tidak hanya terlihat secara fisik. Tetapi juga mempengaruhi perkembangan emosional dan mental, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Pakar Psikologi UMY Novia Fetri Aliza menyampaikan, anak yang tumbuh dalam lingkungan yang abusive, berisiko tidak mampu mengaktualisasikan potensi optimal yang dimilikinya. Termasuk kemampuan kognitif dan sosial.
”Efeknya bagi anak-anak cukup mengkhawatirkan,” katanya, Jumat, 28 Februari 2026. ”Misalnya, seorang anak yang terlahir cerdas seharusnya mampu berpikir kompleks, namun, karena mengalami kekerasan, potensi kecerdasan tidak berkembang optimal.”
Tekanan yang terus-menerus memicu respons hormon stres yang dapat mengganggu kemampuan berpikir. Maka, untuk mencegah kekerasan, para orang tua harus mampu mengelola emosi.
Ketika emosi memuncak, orang tua perlu memiliki strategi konkret agar tidak melampiaskannya kepada anak. Jika kesulitan mengendalikan diri dan terjadi berulang, perlu mencari bantuan profesional.
“Setiap kali marah, jika sedang berdiri sebaiknya segera duduk atau menjauh sejenak dari situasi,” katanya. ”Dan jika emosi belum mereda, bisa mengambil air dan berwudhu.”
Intinya, orang tua harus memiliki kesadaran penuh terhadap perilaku yang akan dilakukan. Serta keterampilan pengendalian diri yang terlatih. ”Namun, untuk mencapai tahap itu, membutuhkan latihan yang intens dan berkelanjutan.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....