Cuaca Memburuk, Nelayan di Kulon Progo Tidak Melaut

  • 26 Feb 2026 21:17 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo – Aktivitas melaut di pesisir selatan Kulon Progo hampir tidak ada pada saat ini. Dalam beberapa pekan terakhir, para nelayan terpaksa memarkirkan kapalnya akibat cuaca ekstrem dan minimnya hasil tangkapan.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kulon Progo, Suratiman, mengatakan, saat ini belum ada nelayan yang berani melaut. Angin kencang dan intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama.

Menurut Suratiman, hujan cukup lebat memicu arus laut ke arah timur menjadi sangat deras. Dampaknya migrasi ikan cenderung menjauh dari area jangkauan jaring nelayan.

"Ketika arusnya tidak kencang cenderung ke barat, biasanya ikan mulai banyak. Namun arus sangat deras sehingga ikan seolah hilang," ujarnya, Rabu, 25 Februari kemarin.

Kondisi ini berbeda dengan awal Februari lalu dimana nelayan masih mampu membawa pulang hasil tangkapan yang cukup menjanjikan bahkan bisa mencapai 3 kuintal. Adapun pada saat ini, tangkapan merosot tajam, hanya berkisar 10 kilogram per kapal.

.

Para nelayan di pesisir Kulon Progo, termasuk nelayan di Pantai Trisik, Galur, memilih untuk beralih profesi. Bertani menjadi pilihan utama sembari menunggu cuaca membaik.

"Nelayan Kulon Progo kalau tidak melaut ya jadi petani. Saya sendiri fokus di hortikultura," kata dia.

Para nelayan berharap kondisi cuaca akan segera stabil pda bulan bulan Maret mendatang. Harapannya, arus laut tenang sehingga mereka dapat kembali melaut dengan hasil tangkapan yang melimpah, terutama di bulan Ramadan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....