Revitalisasi Jembatan Kewek Dimulai April, Trotoar Diperlebar dengan Taman
- 25 Feb 2026 10:36 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pembangunan ulang fisik jembatan Kewek dipastikan sesuai target yang dijadwalkan, mulai pada bulan April mendatang. Selain dilengkapi taman pendukung kawasan sumbu filosofi, nantinya trotoar diperlebar 2 meter.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Hasri Nilam Baswari mengatakan, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sudah selesai. Sementara dokumen Detail Engineering Design (DED) juga telah memasuki tahap finalisasi.
Pembangunan Jembatan Kewek saat ini lanjut Nilam, tinggal menyelesaikan dokumen lingkungan dan rekomendasi pemanfaatan sumber daya air dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO).
"DED juga sudah finalisasi ini nunggu dokumen lingkungannya. Sama selain dokumen lingkungan juga rekomendasi pemanfaatan SDA dari BBWSSO," katanya, Selasa, 24 Februari 2026.
Nilam menambahkan, untuk pengujian tanah sudah untuk menentukan kedalaman pondasi jembatan sudah dilakukan. Hasilnya, penopang struktur Jembatan Kewek kemungkinan ditanam pada kedalaman 20 meter.
"Uji tanah itu untuk mengonfirmasi ulang nilai kedalaman tanah keras, dan hasilnya hampir sama dengan data sebelumnya," ucapnya.
Nilam menjelaskan, pembangunan jembatan Kewek juga seiring dengan penataan kawasannya termasuk pelebaran trotoar dari semula 1,3 meter menjadi 2 meter pendukung estetika fisik jembatan, lantai trotoar yang sebelumnya menggunakan batako juga akan diganti dengan menggunakan batu alam. Sedangkan taman juga akan dihadirkan disamping jembatan Kewek.
“Ketika jembatan Kewek itu ditutup itu kan bus yang parkir di Menara Kopi itu kan banyak pengunjungnya jalan kaki ke Malioboro. Dengan trotoar lebih lebar harapannya pejalan kaki lebih nyaman dan aman,” ujarnya.
Nantinya, berbagi beban anggaran atau cost sharing akan dilakukan, terutama dijelaskan Nilam, untuk taman dan jembatan akan menggunakan APBN, sementara trotoar luar menggunakan APBD.
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Bambang Seno Baskoro mengungkapkan pembangunan kembali jembatan Kewek menjadi momentum untuk menyinergikan kawasan antara Kawasan Kotabaru dan kawasan Malioboro yang lebih estetik. Termasuk dari usulan pelebaran trotoar yang diharapkan semakin mendukung kawasan pedestrian Malioboro dengan fasilitas pejalan kaki yang aman.
"Jangan hanya fokus di jembatannya, tapi juga sinergitas di kawasan ini. Supaya bisa mendukung penyesuaian pedestrian Malioboro," katanya.
Seno menyampaikan, dengan penataan yang indah termasuk didukung taman yang ada di sekitar jembatan, diharapkan semakin memberi keindahan dan kenyamanan bagi wisatawan saat berjalan kaki menuju kawasan Malioboro. Poin krusial yang disoroti adalah bagaimana menghidupkan area parkir eks Menara Kopi sebagai pengganti permanen dari TKP Abu Bakar Ali (ABA).
"Sehingga, ketika parkir eks Menara Kopi bisa permanen, kemudian akses ke Malioboro menjadi lebih nyaman, tentu ini ke depan bisa saling terintegrasi dengan baik," ujarnya.
Integrasi akses menjadi kunci agar wisatawan tetap nyaman menuju jantung kota, dengan dibarengi upaya pemberdayaan ekonomi lokal dan moda transportasi ramah lingkungan. Sehingg selain jalan kaki, Seno menambahkan, juga bisa menyediakan becak listrik sebagai alternatif menuju Malioboro.
"Kemudian pelaku UMKM di sana juga harus diberikan tempat yang layak," ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....