Keajaiban Doa: Tadabbur Surat Maryam

  • 25 Feb 2026 08:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Di dalam ayat kedua Surat Maryam disebutkan bahwa rahmat Allah itu luas. Dalam surat tersebut juga terdapat kata zikir. Yang dimaksud zikir di sini adalah agar manusia senantiasa mengingat kembali rahmat-rahmat Allah. Sebelum berdoa hendaklah diingat rahmat Allah terlebih dahulu. Hal ini disampaikan Ustad M. Syarif Hidayatulloh, Lc, MA dalam Barokah Berbuka Puasa di Pro1 RRI Yogyakarta Minggu, 22 Februari 2026 sore.

Kemudian di ayat berikutnya, "Inna da robbahu nidaan khofiya." Ayat ini mengajarkan bagaimana cara berdoa yang santun dengan lemah lembut. Seperti juga tertera dalam surat Al-A'raf ayat 55 : Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sehingga berdoa tidak perlu menjerit-jerit atau teriak. Justru adabnya adalah rendah hati dan suara lembut. “Ya, innahu la yuhibbul mu'tadin: Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

M. Syarif Hidayatulloh juga menambahkan jika berdoa hendaknya dipanjatkan terus-menerus. Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Hal yang tidak mungkin menurut pikiran manusia bukan perkara yang mustahil bagi Allah.

Di dalam Surat Maryam juga disebutkan bahwa : Bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang sebagai bentuk syukur. Atas dasar itu manusia dianjurkan untuk senantiasa bertasbih, minimal pagi dan petang. Apalagi di waktu menjelang berbuka puasa adalah waktu mustajab untuk berdoa.

Sebelum berdoa pun Allah sudah mengetahui hajat setiap manusia. Karena Allah Maha Mengetahui. Ketika berdoa yakinlah bahwa sebenarnya doa itu sudah terjawab. Bahkan mungkin doa itu sudah Allah kabulkan. Hanya bentuknya tidak selalu sama dengan apa yang dipanjatkan. Baik menurut manusia tidak selalu baik menurut Allah. Tetapi baik menurut Allah sudah pasti baik menurut hamba-Nya.

M. Syarif Hidayatulloh juga memaparkan bahwa rumus jawaban doa biasa disingkat 3D. Di sini sekarang, di sini nanti atau di sana nanti. Di sini sekarang berarti ketika manusia berdoa maka tidak berserang lama langsung dikabulkan. Konsep di sini nanti berarti doa diijabah di alam dunia tapi nanti. Bisa jadi 10 tahun atau 20 tahun yang akan datang. Itu kemungkinan kedua.

Yang terakhir yaitu kemungkinan ketiga. Di sana nanti. Di sana adalah di akhirat nanti setelah hari kiamat. Mungkin bentuknya berbeda. Bisa terakumulasi menjadi penambahan pahala. Intisari ibadah adalah doa, termasuk shalatnya setiap manusia berisi doa. Manusia berdoa karena memang menyadari bahwa manusia adalah makhluk lemah. Sehingga membutuhkan pertolongan Allah dalam hidupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....