Perguruan Tinggi Muhammadiyah ini, Punya Tim Tanggap Insiden Siber

  • 23 Feb 2026 14:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Transformasi digital yang merambah sektor pendidikan, menuntut kesiapan institusi dalam menghadapi ancaman keamanan siber. Adopsi berbagai teknologi, seperti platform pembelajaran daring kini menjadi layanan utama.

Untuk memperkuat ketahanan siber kampus, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memiliki Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Sistem tersebut telah mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR) dari Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN).

Dengan registrasi itu, UMY tercatat sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) ketiga di Indonesia yang memiliki Tim Tanggap Insiden Siber secara resmi. Ketua CSIRT UMY Nur Hayati menjelaskan, pembentukan CSIRT merupakan langkah yang sangat strategis.

”Kami membangun sistem keamanan informasi terstruktur, profesional, dan berintegritas,” katanya, Senin, 28 Februari 2026. ”CSIRT UMY dibentuk pada akhir 2025 dan disahkan pada awal Januari 2026, memiliki visi mewujudkan ketahanan siber yang andal, profesional, dan berintegritas.”

Ia menambahkan, visi tersebut diturunkan dalam sejumlah langkah strategis. Mulai dari penguatan sistem keamanan informasi hingga pembangunan kolaborasi lintas lembaga, tidak hanya di lingkungan internal kampus, tetapi juga dengan perguruan tinggi lain dan instansi terkait.

”Kami punya dua layanan utama,” ujarnya. ”Yakni penanganan insiden siber dan pemberian peringatan keamanan siber beserta layanan turunannya, untuk pelaporan dapat dilakukan melalui email, telepon, maupun WhatsApp.”

Nur juga mengungkapkan, dari hasil pemantauan internal telah ditemukan sejumlah potensi celah keamanan maupun laporan insiden yang sedang dalam proses penanganan. Pihaknya bahkan memberikan apresiasi kepada pelapor, yang berkontribusi dalam menemukan potensi kerentanan sistem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....