Pengawasan di Kulon Progo, Satgas Pangan Temukan Ayam Naik 10 Persen
- 18 Feb 2026 22:23 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Tim Satgas Saber Pelanggaran Pangan melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok penting (bapokting) di Kulon Progo. Pantauan tepatnya dilakukan di Pasar Bendungan, Wates.
Langkah ini untuk mengantisipasi fluktuasi harga yang tidak wajar pada momentum Ramadan. Tim Satgas Pangan terdiri dari gabungan Ditreskrimsus Polda DIY, Polres Kulon Progo, Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga dinas terkait.
Kanit 1 Subdit 1 Ditreskrimsus Polda DIY, Kompol Hadi Purwanto, mengatakan, fokus utama pemantauan Bapokting dilakukan pada komoditas yang mulai menunjukkan indikasi kenaikan harga.
"Hari ini kami melakukan pemantauan harga-harga kebutuhan pokok penting, terutama yang terindikasi kenaikan atau fluktuasi. Meski ada Kenaikan harga beberapa komoditas, namun masih dalam taraf standar Harga Acuan Penjualan (HAP)," ujarnya.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, komoditas daging ayam diketahui mengalami kenaikan sekitar 10 persen. Meski demikian, harga tersebut masih dalam batas kewajaran yang ditetapkan pemerintah.
Selain daging ayam, harga daging sapi juga menjadi perhatian khusus, agar tetap stabil sesuai regulasi.
"Tugas kami adalah mengendalikan agar jangan sampai melebihi batas harga yang ditentukan pemerintah. Untuk bapokting lainnya rata-rata masih stabil," ucapnya, Kamis, 18 Februari 2026.
Mengenai ketersediaan minyak goreng, Satgas Pangan memastikan stok di wilayah DIY masih mencukupi dengan harga yang terjaga di bawah atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Terkait keluhan pedagang terkait sulitnya mendapatkan stok minyak subsidi merek Minyakita, Hadi menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah menerapkan regulasi distribusi yang lebih ketat. Hal ini untuk memangkas rantai distribusi yang panjang dan mencegah permainan harga di tingkat tengkulak.
"Sekarang kita meminimalisir jalur distribusi, jadi langsung sampai ke konsumen. Barang sudah dikoordinir oleh Bulog, di mana pengecer bisa mengambil langsung ke Bulog tanpa melalui jalur lain. Tujuannya menekan biaya akomodasi dan margin harga agar tidak terlalu tinggi saat sampai di tangan masyarakat," ujarnya.
Hadi menegaskan, Polda DIY berkomitmen terus memberikan edukasi kepada para pedagang agar mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Hal ini untuk. menjamin masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau selama bulan Ramadan hingga Idulfitri mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....