Gurnat: Menyeimbangkan Seni Pedalangan dan Wayang Orang di Usia Belia
- 19 Feb 2026 11:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah derasnya arus modernisasi, semangat pelestarian budaya tradisional justru menyala kuat di hati seorang remaja berusia 13 tahun asal Klaten bernama Gurnat. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, pelajar SMP Maria Assumpta Klaten ini membagikan kisahnya dalam menekuni dunia seni yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
Kecintaan Gurnat pada seni tradisi bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba. Tumbuh di lingkungan keluarga seniman, Gurnat mengaku bakatnya terasah secara otodidak melalui bimbingan langsung dari sang ayah, Ki Kusni, yang merupakan seorang seniman dalang. Ketertarikannya pada wayang orang semakin dalam sejak ia sering diajak menyaksikan kemegahan pertunjukan di Wayang Orang Sriwedari, Solo. Baginya, setiap gerak dalam budaya Indonesia bukan sekadar tarian, melainkan memiliki makna filosofis yang sangat indah.
Dalam pementasan Wayang Panggung Wayang Orang dengan Padepokan Yati Pesek, Gurnat dipercaya memerankan tokoh Wisanggeni, sebuah peran yang diakuinya memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. Ia harus mampu menyeimbangkan ketangkasan fisik dalam adegan perang dengan hafalan dialog atau percakapan bahasa Jawa yang kompleks. Menariknya, meski harus beradu peran dengan para seniman yang usianya jauh di atasnya, Gurnat tidak merasa canggung.
"Perasaan senang karena dibimbing oleh orang-orang yang lebih tua, yang bisa menari juga, diajarin yang bagus," ujar Gurnat mengenai pengalamannya berkolaborasi lintas generasi.
Kehebatan Gurnat tidak berhenti di panggung wayang orang saja. Sebagai anak seorang dalang, ia juga mewarisi keahlian dalam seni pedalangan dan bahkan telah sukses membawakan lakon "Setijo Lair".
Gurnat menjelaskan bahwa terdapat perbedaan tantangan yang signifikan antara menjadi dalang dan pemain wayang orang. Menurutnya, jika seorang dalang fokus pada sinkronisasi tangan, kaki, dan mulut untuk menggerakkan boneka wayang, maka wayang orang menuntut sinkronisasi seluruh anggota badan agar karakter yang dimainkan tampak hidup.
Melalui dedikasinya ini, Gurnat membawa pesan sederhana namun mendalam bagi rekan-rekan seusianya agar tidak menjauhi budaya sendiri. "Belajarlah seni karena seni itu indah," katanya singkat namun penuh makna. Dengan cita-cita besar untuk menjadi seorang dalang kondang di masa depan, Mas Gurnat kini menjadi salah satu tumpuan harapan bagi keberlanjutan regenerasi seni tradisi di tanah air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....