Pemkot Yogyakarta Beri Subsidi Komoditas Pasar Murah
- 09 Feb 2026 13:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta- Tim Pengendali Inflasi Daerah bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengadakan kegiatan Pasar Murah Goes to Kemantren salah satunya di kemantren Jetis, Yogyakarta pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan ini diadakan setiap menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) khususnya menjelang Ramadhan dan Nataru.
Ketua Tim Kerja Ketersediaan dan Pengendalian Harga Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Evi Wahyuni mengatakan Pasar Murah Goes to Kemantren merupakan program pemkot yang bertujuan untuk menstabilkan harga pangan dan pengendalian inflasi. Adapun pelaksanaan kegiatan ini sudah berjalan selama 2 hari dan akan berlangsung sampai dengan tanggal 27 Februari 2026 di 14 Kemantren yang telah ditetapkan oleh Pemkot Yogyakarta.
“Dengan adanya pasar murah goes to kemantren ini masyarakat sudah bisa mendapatkan kebutuhannya. Kemudian kami melaksanakan di 14 kemantren yang ada di Yogyakarta, yang meliputi, Umbulharjo, Jetis, Gondomanan, Mantrijeron, Wirobrajan, Danurejan, Tegalrejo, Kraton, Gedongtengen, Gondokusuman, Mergangsan, Ngampilan, Kotagede dan Pakualaman,” kata Evi.
Evi mengatakan, dalam melaksanakan pasar murah goes to kemantren pemkot berkolaborasi bersama dengan Bulog, PT Pangan Surya Makmur (PSM) dan Usaha Dana Bergulir Masyarakat (UDBM). Untuk Distributor Bulog dan PSM mengalokasikan komoditas bahan pokok, sedangkan UDBM dikhususkan komoditas minyak goreng.
Sementara itu, untuk komoditas terdapat beras premium, beras medium, minyak goreng Sunco, Minyakita, minyak goreng premium, gula, terigu, dan telur. Dalam pasar murah goes to kemanten, Pemkot Yogyakarta telah memberikan subsidi sebesar Rp2.000 perkilogram atau perliter dari komoditas yang ada.
“Ada pembatasan pembelian, kalau tidak dibatasi, nanti kasian yang lain. Seperti minyak goreng merek Sunco yang hanya dibatasi 1 orang mendapatkan 1, sementara untuk beras bisa dapat 4 atau 3, jadi masing masing distributor sudah bisa membatasi,” kata evi.
Untuk harga sembako jauh lebih murah Rp5.000 dibandingkan di pasar, seperti beras 5 Kilogram dengan merek Sawah Jingga Rp68.000, HasilTani Premium Rp65.000, Slyp Super Hasil Tani Rp59.000 dan beras premium setra ramos Rp66.000. Dan untuk minyak goreng 1 liter merek Fortune Rp18.000, Sunco Rp19.000, Minyakita Rp15.500.
Sementara itu, salah satu warga Kemantren Jetis yang membeli sembako di pasar murah Tini mengatakan harga yang ditawarkan di pasar murah jauh lebih murah dibandingkan dipasaran. Ia mengaku bahwa jika membeli di pasar murah jauh lebih hemat dibandingkan membeli di pasar.
“Ini saya beli kebutuhan pokok, ada beras, gula, minyak goreng, tepung terigu dan telur. Untuk totalnya sekitar Rp300 ribu, tapi tergolong murah, karena selisihnya per item itu bisa 2-3 ribu,” kata tini.
Menurut tini, dengan diadakan pasar murah goes to kemantren ini sangat membantu masyarakat terutama masyarakat yang tergolong ekonomi menengah kebawah dalam menjangkau kebutuhan bahan pokok. Kemudian pasar murah ini membantunya dalam mendapatkan kebutuhan sembako tanpa harus datang ke pasar. (Victorio Firsta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....