Program Padat Karya di Sleman Serap 5.024 Pekerja
- 08 Feb 2026 11:23 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman kembali menggulirkan program padat karya. Sekretaris Disnaker Sleman Siti Istiqomah Tjatur Sulistijaningtyas mengatakan setidaknya ada 144 paket program padat karya. Pembangunan akan dilakukan pada infrastruktur komunal yang bisa dimanfaatkan oleh semua warga Sleman. Nantinya pekerja akan dibagi dalam beberapa jenis pekerjaan. Mulai dari cor jalan, pengerjaan talud, saluran irigasi, saluran drainase, sumur resapan dan gorong-gorong. Program ini diperkirakan mampu menyerap sebanyak 5.024 tenaga kerja.
“Ini adalah tenaga yang berasal dari masyarakat Sleman. Padat karya ini adalah pada prinsipnya adalah bansos, maka sasarannya adalah masyarakat penganggur, setengah penganggur, dan masyarakat miskin,” kata Siti beberapa waktu lalu.
Siti mengatakan masih ada anggapan di tengah masyarakat bahwa program padat karya ini merupakan kegiatan gotong royong yang dibayar dan tidak diawasi, sehingga dikhawatirkan hasilnya tidak maksimal. Padahal, meski pembangunan tak dilakukan oleh pekerja bangunan yang profesional, tapi Siti menyebut hasil pembangunan bisa dipastikan kualitasnya. Sebab, dia turut menggandeng ahli di bidang bangunan yang mengawasi sejak awal pelaksanaan hingga quality control.
"Bisa lihat hasil padat karya insya Allah lebih bagus daripada dilaksanakan oleh gotong royong yang tidak diawasi. Memang prinsipnya padat karya itu adalah bansos, tetapi bansos di sini tidak hanya memberi bantuan, selesai, tidak. Tetapi bansos ini adalah bansos yang berkarya, menghasilkan karya,” ujar Siti.
Siti mengatakan, biaya tenaga kerja pada program padat karya ini memiliki proporsi lebih besar jika dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan lainnya. Ini sejalan dengan tujuan program padat karya yang merupakan bantuan sosial. Dengan demikian, di satu sisi warga pengangguran, setengah pengangguran, dan warga miskin akan mendapatkan pemasukan. Di sisi lain, masyarakat juga diuntungkan dengan infrastruktur hasil pembangunan.
“Tujuan dari bansos ini bukan menyediakan infrastrukturnya, tetapi bagaimana bansosnya ini menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan impact-nya berkelanjutan bagi masyarakat,” ucap Siti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....