Harga Gabah di Sleman Dipastikan Sesuai Anjuran Pemerintah

  • 08 Feb 2026 09:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman memastikan gabah kering panen dari petani dibeli dengan harga yang layak. Ketua Tim Kerja Bina Prasarana dan Sarana Tanaman Pangan DP3 Sleman Aris Wibawa menyebut harga gabah dari petani kini dibanderol dengan harga paling rendah Rp 6.500 perkilogram.

Untuk petani mendapatkan harga sesuai yang dianjurkan pemerintah itu Rp 6.500 dan itu dirasa petani sudah menguntungkan,” kata Aris saat dikonfirmasi belum lama ini.

Aris memastikan gabah kering panen yang dihargai minimal Rp 6.500 ini sejalan dengan anjuran Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk memberikan keuntungan yang wajar kepada petani sekaligus sebagai upaya stabilisasi harga. Aris  menambahkan, pihaknya turut melibatkan peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Babinsa di tiap kalurahan. Tujuannya, untuk memastikan harga gabah dari petani dibeli oleh Bulog dengan harga yang sesuai. PPL juga berperan untuk menjadi penghubung antara kelompok tani dengan Bulog.

“Kalaupun petani kurang bisa mengakses nanti lapor PPL, PPL yang kontak Bulog dan penjemputannya, pembeliannya akan dikawal PPL dan Babinsa, bahkan sampai tengah malam karena armada Bulog terbatas,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan DP3 Sleman Siti Rochayah menyebut selain mematok harga gabah kering panen sesuai anjuran pemerintah, sejumlah langkah ditempuh untuk memastikan petani di Sleman sejahtera. Salah satunya dengan pemberian pupuk bersubsidi. Siti mencatat, serapan pupuk subsidi sepanjang tahun 2025 mencapai ribuan ton.

Dia merinci, pupuk urea yang berhasil diserap adalah 8.380 ton, pupuk NPK Phonska untuk tanaman padi dan tanaman holtikultura berhasil diserap 6.578 ton, dan pupuk organik berhasil diserap 250 kilogram. Lalu, ada dua jenis pupuk lainnya yang tidak diminati oleh petani diantaranya pupuk NPK Plus yang biasanya digunakan untuk produk coklat dan pupuk ZP untuk produk tembakau.

“Untuk yang tahun 2026 nanti insya Allah sudah ada alokasi dari pusat itu untuk urea 9.513 ton, untuk NPK ada 8.300 ton,” kata Siti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....