Mudik Lebaran 2026, Tol Solo–Jogja dan Jogja–Bawen Difungsikan
- 03 Feb 2026 16:53 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ruas Tol Yogyakarta–Bawen dan Tol Solo–Yogyakarta direncanakan mulai dibuka secara fungsional pada arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini disiapkan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mempercepat akses kendaraan menuju Yogyakarta dan wilayah penyangganya.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwanto, mengungkapkan progres pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 telah mencapai 90 persen. Sementara itu, Tol Solo–Yogyakarta ruas Prambanan–Purwomartani mencatat kemajuan lebih tinggi, yakni sekitar 95 persen. Capaian tersebut menjadi dasar kesiapan pengoperasian tol secara fungsional pada periode Lebaran mendatang.
Pembukaan tol fungsional ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan, khususnya melalui Tol Solo–Yogyakarta segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer. Hingga akhir Januari 2026, ruas tersebut dinilai siap digunakan secara terbatas untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik.
Kesiapan pengoperasian jalur tol menuju DIY dipastikan melalui peninjauan lapangan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan pada 22–23 Januari 2026, sebagai bagian dari persiapan Operasi Ketupat 2026.
Pengoperasian Tol Solo–Jogja segmen Prambanan–Purwomartani diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi perjalanan. “Perjalanan dari Klaten menuju Yogyakarta yang biasanya bisa memakan waktu hingga 45 menit, diproyeksikan dapat dipangkas menjadi sekitar 20 menit,” ujar Rivan, Rabu, 28 Januari 2026.
Selain mempercepat akses ke pusat kota, ruas tol ini juga membuka jalur cepat menuju kawasan wisata unggulan seperti Candi Prambanan tanpa harus melewati kepadatan jalan nasional. Meski demikian, pengoperasian jalur tol fungsional tetap memerlukan kewaspadaan, terutama di titik-titik keluar tol.
Lonjakan volume kendaraan menuju Purwomartani dan wilayah Sleman Timur berpotensi memindahkan kepadatan ke ruas jalan kabupaten yang relatif lebih sempit apabila tidak diiringi pengaturan lalu lintas yang optimal.
Dari arah utara, kelancaran akses menuju DIY turut diperkuat dengan rencana difungsikannya Tol Jogja–Bawen Seksi 6 (Ambarawa–Bawen) sepanjang 4,98 kilometer. Ruas ini diharapkan dapat mengalihkan arus kendaraan dari arah Semarang agar tidak terpusat di jalur nasional menuju Yogyakarta, sekaligus memperlancar pergerakan menuju Magelang dan sekitarnya.
Meski bersifat fungsional, Jasa Marga memastikan standar keselamatan minimum tetap diterapkan. Sejumlah fasilitas pendukung seperti CCTV, radar pemantau, serta sistem traffic counting telah disiapkan untuk mendukung pengawasan selama periode mudik dan balik Lebaran.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menilai keberadaan ruas tol fungsional ini akan meningkatkan efisiensi perjalanan menuju DIY. “Dengan jalur ini, masyarakat yang menuju Magelang hingga masuk ke Yogyakarta dari sisi utara memiliki alternatif perjalanan tanpa persimpangan lampu lalu lintas, sehingga beban jalan nasional dapat berkurang,” katanya.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengamankan arus lalu lintas menuju dan dari wilayah DIY. Berbagai skema rekayasa lalu lintas, termasuk one way dan contraflow, telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di titik-titik tertentu.
“Pengaturan akses keluar-masuk tol yang terhubung dengan wilayah DIY telah dikoordinasikan agar arus lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 tetap terkendali,” kata Agus.
Pemerintah pun mengimbau pemudik yang memanfaatkan jalur tol fungsional menuju DIY agar tetap waspada, mematuhi batas kecepatan maksimal 40–60 kilometer per jam, serta memastikan saldo uang elektronik mencukupi demi kelancaran perjalanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....