Pemkab Kulon Progo dan UGM Wujudkan Transformasi Pertanian
- 02 Feb 2026 04:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO ID, Kulon Progo – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berupaya melakukan transformasi sektor pertanian melalui digitalisasi dan penerapan teknologi tepat guna. Langkah ini diwujudkan melalui proyek Fabrikasi Fasilitas Smart-Agri Tepat Guna Skala Petani (FASTAN) atau inovasi pertanian cerdas. Hal ini diresmikan diresmikan dalam kegiatan Panen Raya di Greenhouse FASTAN, Kalurahan Bugel, Kabupaten Kulon Progo, Jumat 30 Januari 2026.
Program ini merupakan kolaborasi Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulon Progo dengan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Program ini diproyeksikan sebagai prototipe masa depan pertanian lahan pasir yang berkelanjutan dan berbasis teknologi.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, dalam sambutannya mengapresiasi tinggi tim peneliti Sekolah Vokasi UGM. Sinergi ini menjadi pilar kuat yang mempertemukan teori akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya Kelompok Tani Gisik Pranaji sebagai pelaksana lapangan.
"Penelitian diarahkan agar berdaya guna secara langsung. Tantangannya adalah bagaimana sektor industri menyambut hasil ini, apakah dalam bentuk produk olahan maupun komoditas segar," ujarnya.
Agung menambahkan, Pemkab tengah mendorong partisipasi petani milenial untuk mengintegrasikan sektor pertanian dengan pariwisata (agrotourism).
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, menjelaskan bahwa implementasi Internet of Things (IoT) pada budidaya melon, bertujuan untuk memastikan kualitas hasil panen yang lebih presisi.
"Melalui IoT, petani dapat memantau kadar kemanisan (Brix) secara akurat. Standar pasar umumnya berada di angka 13 hingga 16. Jika terlalu tinggi tanpa kontrol, buah bisa pecah. Teknologi ini menjaga keseimbangan tersebut," ujarnya.
Pertanian modern, lanjut Arief, harapannya menjadi daya tarik agar wisatawan tidak sekadar melintas, tetapi juga menetap untuk menikmati wisata edukasi pertanian.
Ketua Tim FASTAN, Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, menegaskan bahwa fokus utama proyek tersebur adalah keterjangkauan. Smart farming selama ini dianggap mahal. Namun dengan FASTAN, sistem otomatisasi pengairan dan pemupukan yang diproduksi secara lokal sehingga memudahkan pemeliharaan oleh petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....