Ketua DPRD DIY Minta Dlingo Kembangkan Ekonomi dan Pariwisata Lokal

  • 31 Jan 2026 16:25 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mendorong pengembangan pariwisata berkualitas serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal di wilayah perbukitan Dlingo, Ketua DPRD DIY, Nuryadi, melakukan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) ke Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Kamis, 29 Januari 2026, untuk menyerap aspirasi pemerintah kalurahan dan masyarakat.

Kunjungan ini menjadi forum dialog antara Pimpinan DPRD DIY dengan pemerintah kalurahan untuk menyerap aspirasi sekaligus memantau langsung potensi dan permasalahan pembangunan di wilayah perbukitan Dlingo, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi lokal dan sektor pariwisata.

Lurah Mangunan, Aris Purwanto menyampaikan, pengelolaan aset masyarakat sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan telah mulai berjalan di Kalurahan Mangunan dan mendapat respons positif dari warga. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan sektor agroforestry, meskipun tanaman seperti jati dan mahoni membutuhkan waktu relatif panjang untuk memberikan hasil.

“Mangunan saat ini sudah mulai menerima manfaat dari program tersebut. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana pengelolaan dari hulu hingga hilir, terutama keterkaitannya dengan sektor pariwisata,” katanya.

Aris menekankan, perlunya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata dengan mendorong transformasi dari mass tourism menuju quality tourism. Beberapa kebutuhan yang disampaikan antara lain peningkatan fasilitas destinasi wisata serta penerangan jalan di jalur Imogiri yang merupakan jalan provinsi.

Aris menegaskan, untuk mendorong transformasi ini penting kolaborasi lintas sektor antara perkebunan, pertanian, peternakan, dan pariwisata, termasuk dukungan terhadap aksesibilitas dan promosi. Menurutnya, Kalurahan Muntuk, Mangunan, dan Jatimulyo telah sepakat untuk berkolaborasi sesuai dengan potensi unggulan masing-masing wilayah.

Kalurahan Muntuk diarahkan pada pengembangan ekonomi kreatif dan budaya, Kalurahan Mangunan fokus pada sektor pariwisata dan perkebunan, sementara Kalurahan Jatimulyo memiliki potensi unggulan di sektor pertanian, khususnya kelapa kopyor.

Sementara itu, Lurah Jatimulyo Mukidi mengungkapkan, kalurahan tersebut memiliki sekitar 600 pohon kelapa kopyor yang berpotensi menjadi komoditas unggulan daerah. Namun, tanaman tersebut memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat tahun untuk mulai berbuah sehingga membutuhkan perencanaan dan pengelolaan berkelanjutan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Nuryadi menyampaikan, DPRD DIY berkomitmen untuk mendorong pengembangan wilayah berbasis potensi lokal yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kawasan Dlingo memiliki kekuatan pada pariwisata alam, pertanian, dan ekonomi kreatif. Aspirasi yang disampaikan ini menjadi catatan penting bagi DPRD DIY untuk mendorong kebijakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisata, tetapi juga pada kualitas, keberlanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Nuryadi menambahkan, sinergi antar-kalurahan dan dukungan infrastruktur dari pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan pengembangan ekonomi lokal yang inklusif dan berdaya saing.

Melalui kegiatan monitoring ini, Pimpinan DPRD DIY berharap aspirasi yang disampaikan pemerintah kalurahan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang berbasis potensi lokal serta memperkuat kolaborasi antarwilayah di DIY.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....