Wagub DIY Bicara Soal Pelestarian Silat

  • 31 Jan 2026 02:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pencak silat sebagai warisan budaya bangsa perlu dikelola secara terukur, diperkuat kaderisasi dan regenerasinya. Agar, silat bisa tetap lestari dan berdampak luas bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menegaskan hal itu, saat menerima Paseduluran Angkringan Silat di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat 30 Januari 2026. Ia mengapresiasi peran Paseduluran Angkringan Silat yang konsisten mengembangkan pencak silat sebagai tradisi budaya di DIY.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan budaya pencak silat perlu disusun dalam kerangka acuan kerja yang jelas. Agar tujuan, output, dan dampaknya bagi masyarakat dapat terukur serta saling menguatkan antara pemerintah dan komunitas.

“Pemerintah dituntut membuat sesuatu yang lebih terukur, sehingga, kegiatan budaya pencak silat perlu memiliki kerangka acuan kerja yang jelas,” katanya. ”Agar bisa mengetahui apa yang ingin dicapai dan dampak literasinya.”

Wagub DIY juga mendorong terobosan program, yang dapat diwujudkan tanpa sepenuhnya bergantung pada biaya besar. Maka, perlu disusun proposal kegiatan yang komprehensif, agar pelestarian pencak silat dapat berjalan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Paseduluran Angkringan Silat melaporkan pelaksanaan Pencak Malioboro Festival (PMF) ke-8 yang diselenggarakan pada 12–14 September 2025. Festival tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Koordinator Paseduluran Angkringan Silat, Suryadi, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Sehingga berbagai kegiatan pencak silat di event Pencak Malioboro Festival, dapat terlaksana dengan lancar dan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....