Ribuan Calon Jamaah Haji Sleman Ikuti Kegiatan Ta’aruf
- 28 Jan 2026 10:58 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Sebanyak 1.428 calon jamaah haji asal Kabupaten Sleman Tahun 2026 mengikuti kegiatan ta’aruf yang digelar di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo Sleman, Minggu 25 Januari 2026
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ta’aruf penting dilaksanakan untuk sebagai sarana silaturahmi sehingga terjalin keabkraban akraban antarcalon jamaah haji dan melahirkan rasa kebersamaan.
“Dengan rasa kebersamaan, jamaah calon haji diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan pada akhirnya meraih haji yang mabrur,” ujarnya.
Lebih lanjut, Harda juga berpesan kepada seluruh calon jamaah haji agar mengikuti seluruh rangkaian manasik haji dengan sungguh-sungguh serta mematuhi arahan dari para pembimbing. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini hingga waktu keberangkatan, mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Wiyato Widodo, menyampaikan bahwa dalam kegiatan ta’aruf ini para calon jamaah haji diberikan sosialisasi mengenai seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji, termasuk penjelasan terkait embarkasi haji yang tahun ini mengalami perubahan.
“Para calon jamaah haji Kabupaten Sleman akan diberikan penjelasan terkait embarkasi, dimana tahun ini mengalami perubahan yaitu berlokasi di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA),” katanya.
Sebagai informasi, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Nomor 11 Tahun 2025 secara resmi menetapkan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji. Hal ini sesuai dengan harapan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), agar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditetapkan sebagai embarkasi haji mulai tahun 2026.
Penetapan YIA sebagai embarkasi haji merupakan hasil koordinasi intensif lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi DIY, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, serta PT Angkasa Pura Indonesia sebagai pengelola bandara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....