DP3 Sleman Genjot Produktivitas Lahan Pertanian
- 27 Jan 2026 15:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman mencatat tren penurunan lahan baku sawah dari tahuh ke tahun. Ketua Tim Kerja Bina Prasarana dan Sarana Tanaman Pangan DP3 Sleman Aris Wibawa menyebut data terbaru menunjukkan lahan baku sawah di Sleman tersisa 15.766 hektare. Turun dari tahun lalu yang mencapai 15.915 hektare. Aris menyebut, tren menurunnya lahan baku sawah ini turut mempengaruhi kesejahteraan petani.
“Alih fungsi lahan menjadikan (sawah) yang digarap petani mungkin lebih kecil, lebih sempit. Dengan berkurangnya lahan pertanian tentu saja hasil secara total hasil produksi pertanian menurun,” ujar Aris saat ditemui di Kantor DP3 Sleman, Selasa, 27 Januari 2026.
Aris mengatakan saat ini indeks pertanaman (IP) di Kabupaten Sleman mencapai 2,3. Ini berarti rata-rata frekuensi masa tanam dan panen dalam satu tahun pada lahan yang sama mencapai 2,3 kali. Sementara, produktivitas lahan pertanian di Sleman mencapai 6,2 ton per-hektar.
Sejumlah langkah ditempuh DP3 untuk meningkatkan IP sekaligus memastikan produktivitas pertanian di Sleman tetap terjaga, meski tren luas baku sawah terus menurun. Salah satunya dengan melalui penyediaan sumber air baru, seperti irigasi perpompaan dari sungai, dan rehabilitasi jaringan irigasi agar distribusi air lebih efisien.
“Kita juga memfasilitasi gerakan pengendalian tikus. Silahkan kelompok atau masyarakat saat memburu tikus, satu ekornya kami hargai Rp3.000,” ucapnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DP3 Sleman Siti Rochayah menambahkan upaya peningkatan produktivitas lahan sawah juga dilakukan dengan cara pemberian pupuk bersubsidi. Siti mencatat, serapan pupuk urea mencapai 8.380 ton, pupuk NPK mencapai 6.578 ton, dan pupuk organik mencapai 250 kg. Sedangkan pada 2026 ini, Sleman mendapatkan alokasi pupuk urea sebanyak 9.513 ton dan NPK sebanyak 8.300 ton.
“Sampai tanggal 18 sudah terserap 6 persen,” kata Siti.
Kini setidaknya ada kelompok tani tanaman pangan mencapai 2.000 kelompok. Sedangkan, jumlah petani di Kabupaten Sleman yang mengajukan pupuk bersubsidi mencapai lebih dari 52.000 petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....