Dukung Swasembada Pangan, Bantul Targetkan Peningkatan Luas Tanam
- 27 Jan 2026 14:03 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus menegaskan komitmennya dalam memujudkan swasembada pangan. Hal ini diwujudkan dengan menargetkan luasan tanam padi pada tahun ini mencapai 35 ribu hektar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo mengatakan, target tersebut dinilai realistis mengingat dalam dua tahun terakhir terdapat tren kenaikan luas tanam di Kabupaten Bantul. Berdasarkan data DKPP, pada tahun 2025 luas tanam padi di Bantul berada di angka 34 ribu hektar.
“Jadi memang semakin naik ya. Pada 2024 itu seluas 31 ribu hektar, sedangkan tahun lalu 34 ribu hektar. Kami optimis tahun ini di angka 35 ribu hektar,” ucapnya, Selasa, 27 Januari 2026.
Joko menambahkan, untuk memenuhi target tanam tahun ini akan dilakukan dengan meningkatkan frekuensi tanam padi. Mengingat, luas lahan pertanian tidak dimungkinkan untuk bertambah.
“Solusinya yaitu mempercepat pengolahan lahan. Harapannya para petani itu setelah panen, paling lama 20 hari sudah tanam lagi,” ujarnya.
Upaya peningkatan intensitas tanam tersebut terutama difokuskan di lima kapanewon yakni Sewon, Imogiri, Jetis, Bambanglipuro, dan Pandak. Sebab, di wilayah tersebut tersebar lahan pertanian yang paling luas.
“Di lima kapanewon tersebut, ada hampir 1.000 lahan baku sawah (LBS),” katanya.
Lebih lanjut, rata-rata hasil produksi gabah kering panen (GKP) di Bantul sekitar 8 ton per hektar. Jika dikonversi, maka satu hektar lahan dapat menghasilkan 6,4 ton beras.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....