Orang Tua Wajib Mendampingi Anak Dalam Merawat Gigi

  • 26 Jan 2026 14:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Banyak orang tua yang merasa kesulitan dalam menghadapi putra putri kecilnya untuk masalah gigi. Apalagi ketika anak diminta untuk menyikat gigi atau mengajak ke dokter gigi jika giginya bermasalah. Disini memang seluruh orang tua terutama ibu harus pandai-pandai mensiasati agar anak selalu senang untuk menyikat gigi dan tidak takut mengunjungi ke dokter gigi jika giginya sakit.

Menurut drg.Zalfa dari Rumah Sakit Umum Daerah Sleman, ketika menjadi narasumber dalam Program Indonesia Sehat pada Jumat 23-1-2026 lalu di Pro1 RRI Yogyakarta, setiap ibu harus punya cara dalam menghadapi anaknya jika gigi anak bermasalah. Gigi anak mulai dari pertumbuhan awal sampai menjadi gigi dewasa itu memang berproses.

“Perbedaan yang paling utama Antara gigi susu dengan gigi dewasa secara permanen,terletak pada lapisan gigi terluarnya. Lapisan gigi terluar dari gigi yang sering disebut enamel. Enamel mengandung banyak zat mineral. Enamel gigi pada anak Lebih tipis, dibandingkan dengan gigi permanen dewasa,"ujarnya.

Lebih lanjut drg.Zalfa menjelaskan jika anak banyak mengkonsumsi makanan-makanan manis dan asam dimana kandungan nutrisinya kurang bagus. hal ini bisamenyebabkan gigi belubang atau karies pada anak.

"Sementara untuk pertumbuhan gigi pertama pada bayi biasanya mulai usia bayi berumur 6 bulan akan muncul 1-2 gigi. Lain halnya untuk gigi sulung anak-anak muncul di umur 20-30 bulan. Saat gigi anak keluar hal yang lumrah bila disertai dengan demam dan rewel karena ada peradangan berwarna kemerahan," ujar Zalfa.

Berbicara peran Gigi susu bagi anak itu sangat penting. Gigi berpengaruh dalam pengucapannya, pelafalan serta faktor keterlambatan dalam berbicara. Jika gigi bagian depan habis biasanya Pelafalannya jadi kurang jelas alias cadel seperti saat mengucap huruf S , huruf L ,Huruf N, huruf D. Bila pertumbuhan gigi terganggu, anak bisa mengalami kurang gizi juga sebab asupan nutrisi yang masuk ketubuhnya menjadi berkurang. Jika hal ini terjadi berilah makanan dengan tekstur makanan yang lembut agar anak tinggal menelan saja.

Lebih jauh drg.Zalfa memaparkan setiap ibu harus paham bagaimana mendampingi anak saat menyikat gigi atau saat mengajak ke dokter gigi. Mensiasati anak dengan mengolah dan mengkreasikan sayur menjadi asupan yang enak dan menarik untuk anak, sehingga nutrisi dan gizinya terpenuhi. Menasehati anak dengan lemah lembut agar tidak makan minum yang manis-manis terus. "Sekarang cukup banyak informasi-informasi menarik untuk kreasi sayur menjadi panganan yang lezat terlebih untuk anak-anak. Kuncinya satu setiap ibu memang harus terus berinovasi dalam mengolah makanan yang bergizi untuk buah hatinya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....