Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Radio Digital DAB+ dan DRM
- 28 Mei 2025 19:28 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: DaIam rangka meningkatkan jangkauan wilayah siaran serta untuk mempermudah akses layanan informasi serta untuk kebutuhan peringatan kebencanaan, LPP RRI Yogyakarta membagikan 148 unit Digital Audio Broadcasting (DAB+) dan Digital Radio Mondiale (DRM) kepada Pemda DIY, mitra hingga pendengar setia RRI. Radio Receiver DAB+ dan DRM diserahkan oleh Direktur Teknologi dan Media Baru (TMB) LPP RRI, Muhamad Sujai dan Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Enderiman Butar Butar.
“Jadi hari ini kita memberikan perangkat penerima radio digital. Itu ada dua jenis, ada dua kategori. Yang pertama adalah DAB+, Digital Audio Broadcasting dan yang satu lagi adalah tipenya DRM atau Digital Radio Mondiale,” ujar Direktur Teknik Media Baru (TMB) RRI Muhammad Sujai.
/rptulfcjocegwtn.jpeg)
Direktur Teknik Media Baru (TMB) RRI Muhammad Sujai saat menjelaskan tentang DAB+ dan DRM di Auditorium RRI, Demangan, Yogyakarta Rabu (28/5/2025). (Foto: RRI/Wulan Yulianita).
Muhamad Sujai menjelaskan keduanya secara secara fungsi sama yaitu menyiarkan beberapa program acara di dalam satu frekuensi. “Kalau DAB+ itu bisa menyiarkan sampai dengan 16 programa. Kan kalau di FM kan satu programa satu frekuensi. Nah, kalau di DAB satu frekuensi bisa sampai dengan 16 programa. Sedangkan untuk di DRM itu adalah isinya hanya empat programa,” kata Sujai.
Kelebihan DRM menurut Sujai adalah bisa digunakan untuk fungsi Early Warning Sistem (EWSS) atau notifikasi bencana, yang dapat disiarkan saat bencana terjadi dengan menutup (interupsi) program acara digital yang sedang berjalan.
“Kelebihannya DRM adalah untuk area bencana. Sehingga kenapa di Jogja ada DRM dan DAB? DABnya adalah untuk menjangkau area perkotaan, kemudian DRMnya adalah untuk mengcover daerah bercana terutama Gunung Merapi,” ucap Muhamad Sujai.
Radio digital telah terdapat di berbagai wilayah. “Jadi di DAB yang baru ini kita ada di tiga kota. Ada di Jogja,i Semarang dan di Malang. Sedangkan di DRMnya ada di Gunung Sitolo, Bengkulu dan juga di Jogja,” kata Dir TMB RRI tersebut.
Muhamad sujai berharap kedepan lebih banyak masyarakat yang mendengarkan radio radio digital kualitas audio digital jauh lebih baik dan jernih dari radio analog. “Karena memang kedepannya untuk kota-kota besar akan diberlakukan radio digital sehingga lebih efisien dan efektif. Menghemat energi terutama menghemat listrik,” ujar dia, menandaskan. (wulan/atang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....