RRI Bagikan Ratusan Radio Digital DAB+ dan DRM

  • 28 Mei 2025 15:37 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta membagikan 148 unit Digital Audio Broadcasting (DAB+) dan Digital Radio Mondiale (DRM) di Auditorium RRI Yogyakarta, Rabu (28/5/2025). DAB+ dan DRM dibagikan kepada Pemda DIY, Pemkot dan Pemkab se-DIY, mitra RRI Yogyakarta, hingga pendengar setia RRI. Pembagian DAB+ dan DRM ini menjadi instruksi Direktorat RRI dalam upaya digitalisasi siaran radio.

Direktur Teknik Media Baru (TMB) RRI Muhammad Sujai menjelaskan radio digital telah terdapat di RRI berbagai wilayah. Terbaru, pengadaan radio digital dilakukan di Bengkulu, Gunungsitoli, dan Yogyakarta pada 2024. Sujai mengatakan ada sejumlah keunggulan yang dimiliki radio digital. Diantaranya adalah satu frekuensi yang bisa diisi hingga 16 program radio hingga output suara yang lebih jernih.

"Tidak ada noise dan lain sebagainya," ujar Sujai saat memberikan paparan di Auditorium RRI Yogyakarta, Rabu (25/5/2025).

Dia menambahkan, penggunaan DRM bisa dimanfaatkan untuk siaran kebencanaan dalam bentuk early warning system (EWS) atau peringatan dini bencana. EWS dapat diaktifkan sebagai peringatan dini bencana. Saat EWS dinyalakan, maka program yang sedang berjalan akan terhenti sementara.

"Misalkan ada letusan Gunung Merapi. Kanal yang sudah direkomendasikan itu akan menutup semua program yang sedang berjalan. Hanya dengan pencet tombol saja. Harus bekerja sama dengan BPBD, jadi mungkin nanti kita bisa kerjasamakan," ucapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Beny Suharsono mengaku menyambut baik pemberian DAB+ dari RRI Yogyakarta. Benny menyebut ke depan diperlukan adanya kerja sama antara berbagai pihak dengan RRI. Dengan demikian, siaran EWS yang bisa menutup siaran program lainnya tak akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

"Harus menggandeng BMKG, harus menggandeng para pihak supaya orang tidak kaget. Informasi kan kegentingan, (operator) harus punya otoritas bahwa itu betul-betul kedaruratan kan tidak boleh untuk main-main. Jadi orang yang paham betul tentang kondisi EWS-nya," kata Beny.

Beny berharap terjadi akselerasi terhadap digitalisasi siaran radio, termasuk dari sisi sumber daya manusia. Radio digital DRM selanjutnya bisa dikolaborasikan dengan berbagai program mitigasi bencana yang sudah berjalan di Yogyakarta, salah satunya satlinmas rescue.

"Saya meyakini ini bisa berjalan. Tapi perlu ada kolaborasi berbagai pihak. Ini langkah yang paling konkret yang bisa dilakukan supaya orang mendengar RRI itu tidak membayangkan hanya masalah-masalah informasi yang sifatnya biasa, tapi informasi yang luar biasa," ujarnya.

Kepala RRI Yogyakarta Arlin Setyaningsih mengatakan RRI Yogyakarta telah memiliki pemancar radio digital DAB+ di Kotabaru. Ada juga radio DRM yang memiliki EWS di Kaliurang. Arlin mengatakan, pembagian DAB+ dan DRM ini merupakan instruksi dari LPP RRI dalam rangka digitalisasi siaran radio. Dia berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dalam hal pengoperasian EWS. Ini tak lepas dari Yogyakarta yang juga merupakan daerah rawan bencana.

"Jadi pemancar yang ada dan receiver yang ada ini benar-benar bisa optimal dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai penanda jika ada bencana," ucapnya.

Arlin berharap radio digital yang telah dibagikan kali ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat. Selain bisa menikmati sajian siaran radio dengan suara yang lebih jernih, diharapkan keberadaan radio digital ini juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan peringatan dini bencana.

"Diharapkan masyarakat bisa mendapatkan edukasi tentang kebencanaan dan bagaimana ketika terjadi bencana masyarakat juga bisa mendapatkan peringatan lebih dini sehingga bencana itu tidak sampai berdampak besar," ujarnya. (Alfi/wulan/par)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....