PMK Semakin Merebak, Pasar Hewan Imogiri Ditutup Sementara

  • 14 Jan 2025 19:54 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Bantul: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menutup operasional pasar hewan Imogiri mulai hari ini. Hal ini untuk menghambat penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang semakin merebak.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, penutupan pasar akan dilakukan selama 14 hari. Ia menyebut, langkah ini sudah sesuai dengan arahan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

“Ekskalasinya itu meluas tidak hanya di Bantul, tapi seluruh Indonesia. Sesuai arahan Kementan maka dilakukan penutupan pasar hewan terhitung sejak tanggal 14 hingga 27 Januari,” katanya kepada awak media, Selasa (14/1/2025).

Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan jajarannya untuk melakukan vaksinasi dan desinfeksi kandang. Mengingat, jumlah sapi yang terjangkit sudah mencapai 322 ekor.

“Yang sakit akan diobati, sedangkan yang sehat divaksinasi. Di saat bersamaan kandang-kandang sapi di wilayah Bantul juga dilakukan desinfeksi. Jumlah sapi yang mati sudah 32 ekor dan yang positif PMK sejumlah 322 ekor,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo menyatakan, ada dua ekor sapi yang dipotong paksa akibat positif PMK. Meski begitu, ia memastikan daging sapi yang sakit masih aman untuk dikonsumsi.

“PMK itu bukan zoonosis jadi tidak bisa menular ke manusia. Dagingnya aman untuk dimakan asal memasaknya harus benar-benar matang,” ujar Joko. (aji/atang)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....