Mengenal Siklus Hari Dalam Penanggalan Jawa

  • 08 Des 2024 16:15 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Tahun Jawa atau dikenal juga dengan tahun Jawa Islam Sultan Agung, memiliki berbagai macam siklus. Siklus harian yang masih dipakai sampai saat ini adalah saptawara ( siklus tujuh hari) dan pancawara (siklus lima hari).

Melansir dari laman Kraton Jogja, Saptawara atau padinan terdiri dari Ngahad (Dite), Senen (Soma), Selasa (Anggara), Rebo (Buda), Kemis (Respati), Jemuwah (Sukra), dan Setu (Tumpak). Siklus tujuh hari ini sewaktu dengan siklus mingguan pada kalender Masehi yaitu Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu.

Sementara itu Pancawara terdiri atas Kliwon (Kasih), Legi (Manis), Pahing (Jenar), Pon (Palguna) dan Wage (Cemengan). Pancawara juga biasa disebut sebagai pasaran.

Siklus ini dahulu digunakan oleh pedagang untuk membuka pasar sesuai hari pasaran yang ada. Karena itu kini banyak dikenal nama-nama pasar yang menggunakan nama pasaran tersebut, seperti Pasar Kliwon, Pasar Legi, Pasar Pahing, Pasar Pon, dan Pasar Wage.

Selain pancawara dan saptawara, masih ada siklus 6 hari yang disebut sadwara atau paringkelan. Meski kadang masih digunakan dalam pencatatan waktu, paringkelan tidak digunakan dalam menghitung jatuhnya waktu upaca-upacara adat di keraton. Paringkelan terdiri dari Tungle, Aryang, Warungkung, Paningron, Uwas, dan Mawulu. (semi)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....