Umat Islam Indonesia Punya Tradisi Ramadan Istimewa
- 15 Mar 2026 20:08 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bulan Ramadan di Indonesia, tidak sekedar dimaknai sebagai momentum ibadah di kalangan Umat Islam. Namun, bulan suci tersebut, juga dimaknai sebagai ruang komunikasi budaya yang cukup sarat makna sosial.
Dosen Ilmu Komunikasi UMY Aly Aulia mencontohkan berbagai tradisi Ramadan yang berkembang di tengah masyarakat. Seperti berbagi takjil, buka puasa bersama, hingga mudik menjadi media penyampaikan nilai-nilai keagamaan secara kultural.
| Baca juga: Meraih Keistimewaan Ramadan |
”Tradisi Ramadan di Indonesia dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi yang tidak hanya disampaikan melalui kata-kata,” ucapnya, Minggu, 15 Maret 2026. ”Tetapi juga melalui berbagai simbol, tindakan, dan praktik sosial.”
Menurut Aly, berbagai tradisi dan budaya masyarakat di bulan Ramadan, merupakan bentuk komunikasi nonverbal. Namun, budaya tidak mendahului agama, melainkan menjadi sarana, agar nilai-nilai agama lebih mudah dipahami masyarakat.
Dalam konteks ini, budaya menjadi kendaraan, untuk menerjemahkan ajaran Islam yang bersifat abstrak agar lebih membumi. Nilai sabar, syukur, dan ikhlas tidak hanya disampaikan di mimbar, tetapi juga melalui perilaku masyarakat.
Aly juga menilai, tradisi berbagi takjil atau buka puasa bersama dapat bertahan di tengah-tengah masyarakat. Sebab, tradisi ini memiliki fungsi sebagai ritual sosial, yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
”Takjil gratis di pinggir jalan bukan sekadar memberi makanan,” ucapnya. ”Itu adalah komunikasi kasih sayang yang bersifat universal, sebuah pesan bahwa kita tidak sendirian dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....