Meraih Keistimewaan Ramadan

  • 03 Mar 2026 12:23 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ramadan disebut sebagai bulan yang Istimewa. Hal ini disampaikan Ustadzah Dra. Hj.. Habibah Musthafa, M.S.I dari Pimpinan Wilayah Muslimat NU dalam Barokah Berbuka Puasa Minggu, 1 Maret 2026 di Pro 1 RRI Yogyakarta.

Ramadan disebut juga Syahrus Syiam. Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Di dalamnya Allah mewajibkan hambaNya berpuasa, pintu-pintu surga dibuka lebar dan setan dibelenggu. Terdapat juga Lailatulqadar yaitu malam yang sangat Istimewa. Lebih baik dari pada 1000 bulan karena pahala dilipatgandakan untuk hambaNya yang menjumpai malam ini.

Sebutan bulan Ramadan lainnya adalah Syahrul Mubarak dikarenakan banyak keberkahan di bulan ini. Disebut pula Syahrul Quran dikarenakan pada pada bulan inilah Alquran diturunkan. Tidak pada bulan yang lain. Di hari ke- 17 Ramadan umat muslim memperingati Nuzulul Quran, yaitu hari dimana diturunkan Alquran.

Alquran merupakan sumber dari kehidupan umat muslim, sumber hukum dan juga pedoman hidup. Semua urusan dunia dan akhirat sudah diatur dalam Alquran. Tidak hanya sebagai pedoman, kita seharusnya membiasakan tadarus Alquran dan mengkajinya.

Selanjutnya Ramadan disebut juga Syahrul Maghfirah. Bulan Ramadan menjadi bulan yang penuh ampunan. Pintu ampunan dibuka lebar, dosa-dosa dihapuskan. Allah mengampuni dosa-dosa hambaNya yang telah dilakukan sebelumnya. Maka hendaknya umat Islam melakukan ibadah serta memohon ampunan kepada Allah.

"Kata lain dari Ramadan adalah Syahrul Qiyam. Bulan untuk menghidupkan malam dengan ibadah. Sholat tarawih dan juga witir. Dilanjutkan sholat tahajud menjelang sahur sebelum puasa," katanya.

Berikutnya bulan Ramadan menjadi istimewa karena disebut dengan Syahrus Sabar. Di mana pada bulan Ramadan ini bulan melatih kesabaran. Karena pada bulan Ramadan umat muslim yang sudah memenuhi syarat diwajibkan melakukan ibadah puasa. Sedangkan dalam ibadah puasa tentu banyak hal yang dikendalikan. Seperti harus menahan lapar, haus, dan mengendalikan hawa nafsu. Semua diniatkan untuk mendapatkan ridho Allah.

Ramadan juga disebut dengan Syahru wujud. Artinya bulan kedermawanan dimana pada bulan Ramadan ini dianjurkan memperbanyak sedekah dan berbagi. Memberi buka puasa bagi orang yang berpuasa seperti takjilan, dan berbagi makanan atau uang kepada yang membutuhkan. Diwajibkan pula untuk berzakat fitrah bagi yang mampu.

Ramadan disebut juga Syahrul Tarbiyah. Syahrul Tarbiyah berarti bulan istimewa karena bulan Ramadan disebut dengan bulan pendidikan. Di mana mendidik umat Islam untuk meningkatkan spiritualitas, solidaritas sosial dan meningkatkan amal saleh di kehidupan sehari-hari.

Terakhir, Ramadan disebut Syahru Taubat. Berarti bulan Ramadan merupakan bulan Taubat, waktu yang tepat untuk kembali kepada Allah. Jika sebelum Ramadan masih menunda-nunda ibadah, pada bulan Ramadan ini adalah waktu untuk bertaubat. Tingkatkan kualitas keimanan dan memohon ampun atas dosa yang telah dilakukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....