Menjelang Idulfitri Stok Pangan Kota Yogyakarta Melimpah, Harga Terkendali

  • 10 Mar 2026 12:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Persediaan sejumlah bahan pangan pokok di Kota Yogyakarta menjelang Idulfitri aman bahkan sangat melimpah. Pasokan beras mencapai sekitar 2.770 ton per minggu, sementara kebutuhan masyarakat sekitar 1.900 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi mengatakan, dengan kondisi pasokan yang melimpah, menunjukkan ketersediaan bahan pokok di Kota Yogyakarta berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tercatat pasokan beras masih terdapat kelebihan sekitar 780,8 ton dengan ketahanan sekitar 1,4 bulan.

“Stok pangan di Kota Yogyakarta dalam kondisi cukup bahkan surplus. Selain beras, beberapa komoditas lain juga memiliki cadangan yang memadai,” katanya, Selasa, 10 Maret 2026.

Sukidi menambahkan, untuk stok telur ayam tercatat surplus sekitar 129,6 ton dengan ketahanan sekitar 1,2 bulan, daging ayam surplus 108,3 ton dengan ketahanan sekitar 1,2 bulan. Sementara minyak goreng surplus 111,52 ton dengan ketahanan sekitar 1,6 bulan dan gula pasir surplus 84,33 ton dengan ketahanan sekitar 2,3 bulan.

Menurut Sukidi, pasokan bahan pangan tersebut berasal dari berbagai jalur distribusi mulai dari distributor besar maupun kecil, pasar tradisional hingga ritel modern yang beroperasi di Kota Yogyakarta. Meski ketersediaan stok relatif aman, beberapa komoditas seperti cabai rawit merah masih mengalami fluktuasi harga. Kondisi tersebut dipengaruhi faktor cuaca, terutama musim hujan yang berdampak pada produksi dan biaya distribusi dari daerah sentra.

“Cabai rawit merah memang paling fluktuatif karena faktor cuaca. Namun secara ketersediaan tetap aman dan tersedia di pasaran,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan, tren harga bahan pokok saat ini masih relatif terkendali meskipun terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas. Menurutnya, harga cabai rawit sempat turun di kisaran Rp 70.000 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp 85.000 dan saat ini berada di kisaran Rp 95.000 per kilogram akibat pengaruh cuaca.

“Untuk telur ayam justru turun dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp29 ribu per kilogram. Sedangkan harga ayam relatif stabil di kisaran Rp39 ribu per kilogram,” katanya.

Pemantauan harga dilakukan di pasar tradisional, ritel modern hingga platform digital bersama Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dalam waktu dekat, pemantauan juga akan melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha untuk memastikan tidak ada praktik usaha yang merugikan konsumen.

Selain itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyediakan akses bahan pokok dengan harga terjangkau melalui pasar murah di 14 kemantren, Warung Mrantasi, Kios Segoro Amarto yang tersedia di Pasar Beringharjo, Pasar Sentul, Pasar Prawirotaman, dan Pasar Kranggan, serta Wamira berbasis wilayah yang segera diluncurkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....