Pasar Sore Ramadhan Kauman, Tertua di Yogyakarta

  • 09 Mar 2026 14:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Jika berkunjung ke Yogyakarta selama bulan Ramadhan. Jangan lupa singgah ke Pasar Sore Ramadhan Kauman. Pasar ini terletak di sebuah gang di Kampung Kauman, tempat lahir nya organisasi Islam Muhammadiyah. Lokasinya berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, sekitar 500 meter disisi barat Titik Nol Yogyakarta. Para pedagang di pasar ini menjajakan dagangannya di sepanjang gang selebar satu setengah meter diantara rumah-rumah warga yang saling berhadapan.

Pasar ini merupakan pasar sore Ramadhan tertua di Kota Yogyakarta. Saat memasuki gapura, pengunjung akan disambut Peta Wilayah RW 10 Kauman Yogyakarta dan tulisan plat gang Pasar Sore Ramadhan. Setelah itu pengunjung akan disambut deretan panjang para pedagang makanan aneka rupa yang menggoda selera.

Menurut Suhartini, Salah satu pedagang di Pasar sore Ramadhan Kauman, Senin 9 Maret 2026, para pedagang disini menjajakan aneka makanan, dari makanan tradisional sampai makanan kekinian. “Kita buka mulai jam 3. Biasanya jam 5 sore sampai menjelang buka puasa itu rame banget pembeli disini. Gak Cuma warga lokal, tapi banyak juga dari luar kota yang penasaran dengan keberadaan pasar ini.”ujarnya.

Ketua RW 10 Kampung Kauman yang juga Ketua Panitia Pasar Sore Ramadhan, Muhammad Chawari mengungkapkan, pasar sore ini hanya ada di bulan Ramadhan. Pasar ini mulai dikelola secara resmi pada tanggal 1 Ramadan 1996.

"Dulu belum populer istilah UMKM di Indonesia, tapi di Kauman telah lebih dahulu memulai memberdayakan warganya untuk berwirausaha.", katanya.

Dahulu, pedagang yang berjualan pada awal pembukaan hanya sekitar 30 pedagang. Seiring berjalannya waktu, jumlah pedagang meningkat seperti tahun ini mencapai 60 pedagang. Mereka yang berdagang kini bukan hanya warga Kauman saja. Beberapa juga berasal dari luar Kauman. Salah satu yan menjadi ciri khas di pasar ini yaitu Kicak dan Songgo Buwono. Kicak adalah makanan olahan dari ketan yang diberi Nangka dengan cita rasa manis. Sementara Songgo Buwono terbuat dari kue sus dengan isian telur, selada, suwiran ayam, dan acar. Songgo buwono disebut sebagai makanan favorit Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....