Asupan Gizi Ibu Hamil Selama Bulan Ramadan

  • 05 Mar 2026 10:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bulan suci Ramadan seringkali membawa dilema tersendiri bagi ibu hamil. Di satu sisi ada keinginan kuat untuk menjalankan ibadah puasa, namun di sisi lain terdapat kekhawatiran akan kecukupan nutrisi bagi janin yang sedang dikandung. Menjawab keraguan tersebut, Ahli Gizi dari Rumah Sakit Sadewa Anif Setiawati, S.Gz., Dietisien, hadir memberikan panduan aman berpuasa agar ibu dan bayi tetap sehat.

Dalam bincang-bincang hangat di acara "Kawruh" RRI Pro4 Yogyakarta, Rabu, 4 Maret 2026, Anif mengungkapkan bahwa secara medis, ibu hamil diperbolehkan berpuasa bahkan sejak trimester pertama. Syarat utamanya adalah ibu dalam kondisi bugar dan tidak mengalami morning sickness atau mual muntah yang berlebihan.

Bagi Anif, penyesuaian pola makan adalah kunci utama. Ia menjelaskan bahwa ibu hamil harus mampu menyiasati asupan nutrisi yang biasanya dikonsumsi tiga kali sehari menjadi dua waktu utama, yakni saat sahur dan berbuka, tanpa mengurangi nilai gizinya.

"Syarat utamanya adalah ibu tidak memiliki masalah kesehatan penyerta seperti diabetes, hipertensi, Kurang Energi Kronik (KEK), atau sedang dalam masa pengobatan. Kalau sehat, puasa aman dilakukan dengan pembagian 40 sampai 50 persen kebutuhan kalori saat sahur, dan 60 persen sisanya dipenuhi mulai waktu berbuka hingga setelah salat tarawih," ujar Anif.

Pemenuhan gizi ini juga harus berpedoman pada menu seimbang. Anif menyarankan pemilihan karbohidrat kompleks seperti beras merah, gandum, atau singkong yang metabolismenya lebih lambat sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Tak lupa, asupan ini wajib didampingi protein nabati, hewani, lemak sehat, serta sayur dan buah untuk mencegah konstipasi akibat peningkatan hormon kehamilan.

Dalam sesi interaksi dengan pendengar, muncul pertanyaan menarik mengenai cara menyiasati hidrasi tubuh agar ibu hamil tidak mengalami dehidrasi. Merespons hal tersebut, Anif menyoroti pentingnya pemenuhan cairan minimal 8 gelas atau 2 liter per hari melalui penerapan pola minum 2-4-2.

"Pola 2-4-2 ini bisa diatur agar cairan terpenuhi selama berpuasa. Rinciannya yaitu minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....