Cerita Warga Indonesia Menjalani Puasa di Belgia
- 02 Mar 2026 09:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Suasana bulan suci Ramadan selalu menghadirkan cerita unik, terutama bagi mereka yang menjalaninya jauh dari kampung halaman. Di Brussels, Belgia, komunitas Muslim Indonesia tetap antusias menyambut bulan penuh berkah ini meski berada di tengah masyarakat yang heterogen dan cuaca dingin yang menyelimuti Eropa.
Yudi Dantana Narendra, atau yang akrab disapa Toni, seorang pegawai setempat di Perwakilan Republik Indonesia di Brussels, membagikan pengalamannya mengenai dinamika ibadah Ramadan di sana. Menurut Toni, meskipun ada perbedaan penentuan awal puasa di kalangan komunitas Muslim, semangat toleransi dan kebersamaan tetap menjadi yang utama.
Sebagaimana di Indonesia, terdapat dua pandangan mengenai awal Ramadan di Belgia. Sebagian memulai pada hari Rabu, sementara sebagian lainnya, termasuk yang mengikuti keputusan Liga Islam di Belgia, memulainya pada hari Kamis.
"KBRI biasanya berkiblat ke Belanda karena di sana terdapat masjid Islam Indonesia yang besar. Kami juga memiliki masjid serupa di sini dan cenderung mengikuti keputusan yang diambil di sana," ujarnya. Meski ia sendiri memilih untuk memulai puasa lebih awal pada hari Rabu, perbedaan tersebut tidak mengurangi kekhusyukan ibadah.
Suasana Ramadan di Brussels terasa lebih tenang dibandingkan di tanah air. Untuk menjaga silaturahmi, KBRI rutin menyelenggarakan acara buka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah setiap akhir pekan, tepatnya pada hari Sabtu.
Toni menjelaskan bahwa lokasi masjid yang dikelola oleh diaspora Indonesia cukup jauh, sehingga pertemuan di KBRI menjadi momen penting bagi warga Indonesia untuk berkumpul. "Masjid tersebut hanya mengadakan buka puasa bersama sekitar dua kali dalam sebulan, jadi setiap dua minggu sekali kami berkumpul di sana," tambahnya.
Satu hal yang menarik dari Ramadan kali ini di Belgia adalah durasi puasa yang terasa lebih pendek karena bertepatan dengan musim dingin. Dibandingkan saat musim panas, waktu imsak dan berbuka kali ini jauh lebih bersahabat bagi para pencari berkah.
"Kita memulai sahur sekitar jam 5 pagi dengan waktu imsak jam 6. Sedangkan untuk berbuka, saat ini jatuh pada jam 6 lewat 5 atau 6 menit sore," katanya. Ia juga mencatat bahwa pemerintah setempat dan media lokal memberikan perhatian dengan menginformasikan dimulainya ibadah puasa bagi warga Muslim melalui siaran berita televisi nasional.
Melalui kebersamaan dan dukungan dari komunitas diaspora serta KBRI, Ramadan di Brussels tetap menjadi momen yang hangat di tengah dinginnya suhu Eropa, membuktikan bahwa jarak bukan penghalang untuk tetap menjalankan kewajiban dengan penuh suka cita.
(Kontributor Muslimat NU DIY: Yudi Driyantana Narendra (Staff di KBRI Brussel, Belgia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....