Jaga Ketersediaan Aman, Stok LPG 3 Kg di Yogyakarta Ditambah 22.000
- 28 Feb 2026 18:28 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Memastikan ketersediaan LPG 3 kg atau gas Elpiji Bersubsidi yang diperkirakan mengalami peningkatan permintaan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Daerah meninjau ketersediaan di pasaran. Penambahan kuota LPG 3 kg akan dilakukan untuk DIY sekitar 100 persen.
Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY Lustio Ario Wibisono mengatakan, koordinasi dengan Pemda kabupaten/kota dilakukan untuk memberikan surat penambahan kuota fakultatif ke Pertamina. Direncanakan Pertamina akan memberikan kuota fakultatif (tambahan) gas LPG 3 kg untuk DIY sekitar 100 persen.
Lusio menjelaskan, alokasi gas LPG 3 kg pada hari biasa di Kota Yogyakarta sekitar 22.000 tabung/hari. Pihaknya mengajukan tambahan kuota sebanyak 22.000 tabung ke Pertamina. Penyaluran kuota fakultatif gas melon itu dikhususkan untuk Kota Yogyakarta, serta dijadwalkan penyalurannya pada sehari sebelum atau sesudah lebaran.
“Pertamina juga ada Satgas Rafi (Ramadan dan Idulfitri), pasti nanti akan ada tambahan gelontoran untuk fakultatif di seratus persen. Jadi nanti di hari-H Idul Fitri nanti akan ada tambahan sebanyak itu. Mungkin bisa disebar di H+1 atau di H-1," katanya, Jumat, 27 Februari 2026.
Lusio menyebutkan, penambahan kuota fakultatif LPG 3kg pada momen lebaran dua kali lipat dibandingkan konsumsi hari biasa ini diharapkan bisa mencegah kelangkaan atau kenaikan harga di masyarakat.
Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Setda) DIY Eling Priswanto mengatakan, stok untuk bulan Ramadan dari pemantauan tersedia aman dan menjelang hari besar keagamaan Pertamina akan mengeluarkan kuota tambahan. Dari sisi harga gas LPG 3 kg ke konsumen sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan yaitu Rp 18.000.
"Jadi kita fokus untuk yang tabung tiga kilo. Kita pastikan semua itu bisa terdistribusi dengan baik ke masyarakat dengan tepat sasaran dan dalam jumlah yang cukup,” ujarnya.
Selain pemantauan ketersediaan gas di agen elpiji, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY juga melakukan pemantauan di Superindo Jalan Bantul, Mantrijeron. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono menyampaikan, dari hasil pemantauan salah satu toko modern itu pihaknya tidak menemukan lonjakan harga yang signifikan. Baik permintaan maupun ketersediaan bahan pokok tergolong normal.
Dedi mengharapkan, melalui pemantauan rutin yang dilakukan bersama TPID DIY bisa terus menjaga kestabilan harga hingga Idul Fitri nanti. Pun Pemkot Jogja juga sudah melakukan kerjasama agar pasokan bahan pokok tetap terjaga.
“Bahan pokok saya kira tidak ada persoalan. Untuk sayuran Dinas Perdagangan juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa daerah misalkan dengan Kulon Progo, Bantul, dan Magelang,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....