Antusiasme Tinggi, Ribuan Takjil Masjid Nurul Ashri Ludes sebelum Berbuka
- 27 Feb 2026 14:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Masjid Nurul Ashri di Deresan, Depok, Kabupaten Sleman terus meningkatkan layanan kepada para jemaah di bulan Ramadan. Salah satunya yakni dengan menambah jumlah porsi takjil.
Relawan Masjid Nurul Ashri, Agil, mengatakan tahun ini panitia menyiapkan sekitar 1.300 porsi takjil setiap hari. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang maksimal hanya 1.000 porsi.
Namun, penambahan tersebut rupanya belum mampu mengimbangi tingginya antusiasme warga. Bahkan sebelum pukul 17.00 WIB atau sekitar satu jam sebelum waktu berbuka, seluruh kupon takjil telah habis dibagikan.
"Iftar kita bertambah terus. Dulu 1.000, sekarang sudah 1.300 kadang 1.200, tapi ternyata masih kurang. Tadi jam 5 sudah habis, padahal bukanya masih satu jam lagi," ujar Agil usai membagikan kupon takjil, Rabu, 25 Februari 2026.
Melihat tingginya minat warga, pihak masjid mempertimbangkan untuk kembali menambah porsi pada Ramadan tahun depan, yakni sekitar 1.500 hingga 2000 porsi per hari.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pendidikan Masjid Nurul Ashri, Miftah Al Razqi menyebut selama bulan Ramadan ini pihaknya menargetkan 25.000 porsi takjil dapat dibagikan kepada masyarakat. Ia mengungkap, menu takjil disiapkan melalui layanan catering dengan variasi hidangan yang berbeda setiap hari.
"Kita catering, ada vendor-nya. Kemarin tuh misal ayam taliwang kayak gitu. Ya udah nanti 1.000 itu sama," ujar Miftah.
Adapun mekanisme pembagian takjil dilakukan menggunakan kupon. Jemaah yang datang terlebih dahulu mendaftar dan menerima kupon, kemudian mengikuti kajian di lantai satu masjid. Setelah kajian selesai, barulah mereka menuju lantai dua untuk berbuka puasa.
Miftah mengatakan, sebelum para jemaah datang, para relawan sudah menata takjil di lantai dua. Takjil ditata berjajar saling berhadapan, menyerupai suasana berbuka di Masjid Nabawi.
"Nah, biasanya teman-teman tuh menata iftarnya, menata buka puasanya dibikin kayak gaya Madinah gitu. Jadi ditata masing-masing hadap-hadapan. Terus mereka (jemaah) nanti tinggal nempatin saja di situ. Jadi ketika naik mereka tinggal duduk," ucap Miftah.
Ia menambahkan, takjil yang telah diterima jemaah dapat dinikmati di tempat maupun dibawa pulang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....