Fasilitas Penitipan Anak Masjid Nurul Ashri Tuai Perhatian Warganet

  • 27 Feb 2026 15:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Fasilitas penitipan anak atau kids care di Masjid Nurul Ashri, Deresan, Depok, Kabupaten Sleman, mendadak menjadi perhatian publik selama Ramadan tahun ini. Padahal, layanan tersebut telah berjalan selama tiga tahun terakhir.

Koordinator Divisi Pendidikan Masjid Nurul Ashri, Miftah Al Rizqa, mengaku tidak menyangka fasilitas penitipan anak justru menjadi sorotan warganet setelah dipublikasikan melalui media sosial resmi masjid.

"Ini sudah tahun ketiga dan baru ini di-publish kok ternyata ramai, mendapat banyak atensi dari netizen. Biasanya kami hanya mengumumkan saat tarawih bahwa ada kids care dan yang ingin menitipkan anak dipersilakan. Tidak pernah kami publikasikan secara khusus. Di postingan Masjid Nurul Ashri itu menginfokan beberapa kegiatan, tapi justru orang-orang fokusnya kok di penitipan anak. Kita tidak menyangka juga," ujarnya.

Menurut Miftah, awalnya unggahan tersebut hanya berisi informasi umum mengenai rangkaian kegiatan Ramadan di Masjid Nurul Ashri. Namun, respons publik justru lebih banyak menyoroti keberadaan fasilitas penitipan anak.

Layanan ini diperuntukkan bagi anak usia di bawah lima tahun, termasuk bayi. Orang tua yang hendak melaksanakan salat tarawih dapat menitipkan anaknya tanpa dikenakan biaya alias gratis.

Meski demikian, pihak masjid mengimbau agar orang tua memastikan anak dalam kondisi siap berinteraksi dengan pengasuh, mengingat tidak semua anak nyaman ditinggal bersama orang yang baru dikenal.

"Memang tetap ada yang rewel, tapi sejauh ini masih bisa diatasi karena ada permainan dan pendampingan. Namun kami wanti-wanti kepada orang tua untuk memastikan anaknya memang tidak masalah ditinggal. Karena ini berbeda dengan daycare yang sudah melalui proses adaptasi,” katanya.

Miftah mengaku, sejak informasi tersebut dipublikasikan banyak pertanyaan yang datang dari masyarakat. Tak sedikit dari mereka yang menanyakan prosedur penitipan hingga biaya layanan. Kendati begitu, jumlah anak yang dititipkan masih di bawah 10 anak setiap harinya dan belum mengalami lonjakan signifikan.

"Sebetulnya kalau yang dititipkan, dari segi jumlahnya enggak terlalu signifikan terus jadi banyak banget," ujarnya.

Menariknya, penitipan anak tidak hanya dimanfaatkan warga sekitar. Miftah menyebut ada jemaah yang datang dari Kaliurang untuk menitipkan anaknya saat tarawih. Untuk mendukung layanan tersebut, pengurus masjid menyiapkan jadwal piket bagi relawan yang bertugas menjaga dan mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Mereka yang bertugas mengasuh anak-anak merupakan santriwati pondok pesantren SahabatQU yang sedang berhalangan salat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....