Kajian Menjelang Berbuka Masjid Nurul Ashri Hadirkan Tokoh Politik hingga Komika

  • 27 Feb 2026 15:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Masjid Nurul Ashri di Deresan, Depok, Kabupaten Sleman menghadirkan sejumlah ustaz ternama hingga tokoh publik untuk mengisi kajian buka bersama selama Ramadan. Koordinator Divisi Pendidikan Masjid Nurul Ashri, Miftah Al Rizqa, mengungkapkan kehadiran berbagai tokoh dari latar belakang berbeda memberikan warna tersendiri pada Ramadan tahun ini.

Materi yang diangkat pun beragam dan disesuaikan dengan isu yang berkembang di tengah masyarakat. “Untuk kajian buka bersama, kami mengundang banyak tokoh, termasuk tokoh politik, pegiat lingkungan, ustaz, hingga komika. Jadi memang beragam,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut Miftah, kajian Ramadan di Masjid Nurul Ashri tidak hanya membahas persoalan iman dan takwa, tetapi juga mengangkat isu-isu strategis yang relevan. Tahun ini, tema yang diusung menitikberatkan pada persoalan lingkungan dan politik, yang dinilai penting untuk dipahami masyarakat.

"Setiap tahun memang beda-beda, dan tahun ini kita mengangkat temanya memang isu-isu yang sedang relevan di tengah masyarakat, termasuk lingkungan dan politik," kata Miftah.

Ia menilai, pemahaman politik menjadi kebutuhan mendasar karena setiap kebijakan pemerintah akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Karena itu, masjid ingin menghadirkan ruang edukasi politik yang mendasar agar jamaah lebih melek terhadap kebijakan publik.

"Jadi tidak hanya di masjid itu enggak cuma membicarakan iman an taqwa saja, tetapi banyak hal. Kita bisa mengkaji banyak isu-isu strategis seperti politik. Kenapa kita perlu paham politik? Sebetulnya kan di situ kita mau menggalinya," ujarnya, menambahkan.

Sejumlah nama seperti Ustaz Salim A Fillah, Ustaz Fahruddin Faiz, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi, hingga komika Abdur Arsyad dijadwalkan berbagi materi di masjid tersebut. Selain itu ada juga sejumlah tokoh yang dikenal luas seperti Feri Amsari, Haris Azhar, serta Reza Indragiri. Para narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif yang komprehensif sesuai bidang keahliannya.

"Jadi memang pendidikan dasar politik sih kita tahun ini ngangkatnya dan pembicaranya juga dari tokoh Dirty Vote, ada Pak Feri Amsari sama Kang Uceng (Prof. Zainal Arifin Mochtar). Terus ada Bang Haris Azhar, itu kan beliau aktivis HAM. Terus satunya lagi Pak Reza Indragiri, beliau sudah pernah juga tahun kemarin. Jadi memang banyak sih kita," kata Miftah.

Miftah menambahkan, setiap tahun Masjid Nurul Ashri memang konsisten mengangkat tema-tema aktual dalam kajian Ramadan. Selain politik, isu lingkungan dan persoalan sosial kemasyarakatan juga menjadi perhatian, sehingga masjid tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga pusat edukasi dan diskusi publik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....