Masjid Nurul Ashri Bagikan 25 Ribu Takjil Gratis dengan Menu Nusantara

  • 24 Feb 2026 22:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bulan Ramadan identik dengan pembagian takjil atau menu buka puasa. Seperti di Masjid Nurul Ashri yang menyiapkan puluhan ribu porsi takjil gratis bagi jemaah.

Pada Ramadan kali ini, masjid yang berlokasi di Deresan, Kecematan Depok, Kabupaten Sleman itu menargetkan total sebanyak 25.000 porsi takjil untuk berbuka puasa sepanjang bulan suci tahun ini. Koordinator Divisi Pendidikan Masjid Nurul Ashri, Miftah Al Rizqa, mengungkap setiap harinya masjid menyediakan rata-rata 1.000 porsi takjil. Pada awal Ramadan, jumlah takjil yang dibagikan bahkan mencapai sekitar 1.400 porsi.

"Kita nanti menyesuaikan juga semakin lama biasanya orang-orang sudah pada mudik, jadinya jumlahnya berkurang. Apalagi jemaahnya Nurul Ashri kebanyakan mahasiswa, 80 persen mahasiswa dan masih muda. Jadi ketika mereka nanti sudah libur, sudah mulai berkurang jemaahnya. Jadi semakin bertambah hari biasanya semakin berkurang. Kalau per harinya kurang lebih 1.000 porsi, dalam sebulan totalnya 25.000 porsi," ujarnya saat ditemui Sabtu, 21 Februari 2026.

Menariknya, Masjid Nurul Ashri menyediakan menu takjil yang berbeda setiap harinya dan menu yang dihadirkan merupakan makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Hal itu sesuai tema yang diusung tahun ini yakni "Keliling Nusantara".

Beragam hidangan yang disajikan, mulai dari ayam bekakak, ikan bakar Manokwari, rendang, ikan parape, bebek bumbu hitam, sate maranggi, nasi jamblang, gulai tunjang, hingga empal gentong. Dengan menu yang beragam diharapkan dapat memberikan variasi rasa sekaligus pengalaman kuliner Nusantara bagi para jemaah.

"Kalau dari menu buka puasa, tahun ini pengen beda, kami pengen menghadirkan banyak cita rasa dalam satu tempat. Jadi dari luar Pulau Jawa bisa dihadirkan di sini, di Masjid Nurul Ashri. Karena kan biasanya menunya gitu-gitu saja, kalau enggak ayam, telur, atau ikan. Mungkin orang-orang juga bosan. Makanya kami membuat menu takjil yang berbeda untuk menarik jemaah agar datang ke Masjid Nurul Ashri," ucap Miftah.

Untuk sistem pembagian, pengelola masjid menerapkan mekanisme kupon. Setiap jemaah yang datang diwajibkan mengisi daftar absensi, kemudian menerima kupon untuk ditukarkan dengan takjil. Sebelum berbuka, jemaah terlebih dahulu mengikuti kajian yang digelar di masjid.

"Daftar, absen, terus dikasih kupon, lalu mereka mengikuti kajian dulu. Setelah selesai kajian nanti mereka buka puasa di lantai dua. Makanan boleh dimakan di sini atau dibawa pulang," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....