Pergantian Musim Dingin ke Musim Semi: Berpuasa Terasa Singkat

  • 22 Feb 2026 13:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, SLOVAKIA – Menjalani ibadah puasa di negara dengan minoritas Muslim menghadirkan tantangan sekaligus kesan mendalam bagi para perantau asal Indonesia. Samin, Kepala Rumah Tangga Wisma Duta Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bratislava, membagikan pengalamannya merayakan Ramadan kelima di Slovakia, sebuah negara di Eropa Tengah yang mayoritas penduduknya non-Muslim.

Meskipun suasana Ramadan tidak terasa secara umum di ruang publik Slovakia, antusiasme masyarakat Indonesia di sana tetap tinggi. Persiapan sahur dan berbuka pun dilakukan dengan penuh suka cita.

Kerinduan akan kampung halaman sedikit terobati dengan ketersediaan bahan makanan khas Indonesia. Samin menjelaskan bahwa tidak sulit untuk menemukan bahan-bahan takjil seperti kurma, serta bahan untuk membuat kolak dan bubur sumsum di Bratislava.

"Semua bahan tersedia di toko halal dan toko Asia yang ada di Bratislava. Hal ini sedikit mengobati kangen kami ke tanah air selama bulan Ramadan di Eropa ini," ujarna

Ada yang berbeda pada Ramadan kali ini di Slovakia. Bertepatan dengan pergantian musim dari dingin ke semi, waktu puasa terasa lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jadwal Imsak: Sekitar pukul 06.00 pagi.

Jadwal Berbuka: Sekitar pukul 18.00 sore.

Kondisi ini jauh lebih ringan dibandingkan saat musim panas, di mana waktu imsak bisa dimulai sejak pukul 02.00 pagi dan baru berbuka pada pukul 21.00 atau 22.00 malam. Namun, bagi Samin dan komunitas Muslim di sana, perbedaan waktu tersebut sudah menjadi hal biasa yang tidak mengurangi kekhusyukan beribadah.

Selama bulan suci, KBRI Bratislava menjadi titik kumpul utama bagi warga Indonesia. Berbagai kegiatan religius rutin digelar, mulai dari:

1.Pengajian dan Tadarus Al-Qur'an: Diikuti oleh Ibu-ibu DWP dan masyarakat Indonesia.

2.Buka Puasa dan Tarawih Bersama: Diadakan satu kali dalam seminggu untuk mempererat keakraban.

3.Salat Tarawih Harian: Dilaksanakan setiap hari sesuai arahan Duta Besar RI untuk Slovakia, Bapak Dr. Pribadi Setyono.

Istimewanya, pihak KBRI juga mendatangkan ustadz langsung dari Indonesia untuk memimpin salat tarawih, memberikan ceramah agama, hingga menjadi khatib pada salat Idul Fitri mendatang.

Semangat berbagi dan inklusivitas juga ditunjukkan oleh KBRI Bratislava. Duta Besar Dr. Pribadi Setyono telah menginstruksikan untuk membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat Muslim lokal di Slovakia agar dapat bergabung dalam pelaksanaan salat Id berjamaah di lingkungan KBRI.

Langkah ini menjadikan KBRI Bratislava sebagai salah satu pelopor kedutaan yang merangkul komunitas Muslim setempat untuk beribadah bersama, menciptakan ikatan persaudaraan yang melampaui batas kewarganegaraan di tanah Eropa.

(Kontributor Muslimat NU DIY H. Samin, Cheff dan Kepala Rumah Tangga Wisma Duta KBRI Bratislava Slovakia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....