Jam Pelajaran Dikurangi Selama Ramadan, Aktivitas Keagamaan Diperbanyak
- 22 Feb 2026 13:01 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Jam pelajaran kegiatan belajar mengajar sekolah di Sleman dikurangi selama bulan Ramadan. Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Akhmad Ritaudin menyebut masing-masing jam pelajaran dikurangi durasinya selama 5 menit.
Pengurangan jam pelajaran ini berlaku bagi jenjang Paud, TK, SD, hingga SMP. Akhmad merinci, satu jam pelajaran pada jenjang Paud yang semula 30 menit dipotong menjadi 25 menit. Untuk jenjang SD yang semula 35 menit dikurangi menjadi 30 menit. Sedangkan untuk SMP yang semula satu jam pelajaran berdurasi 40 menit, dikurangi menjadi 35 menit.
“Untuk SMP awalnya 40 menit akan dikurangi 5 menit menjadi 35 menit,” ujar Akhmad baru-baru ini.
Akhmad menambahkan, sebelumnya siswa telah menjalani libur awal Ramadan sejak 18 Februari. Lalu, kegiatan belajar mengajar akan kembali dimulai pada 23 Februari 2026. Akhmad menyebut, pihak sekolah didorong untuk memperkuat pendidikan karakter seperti nilai toleransi dan kepedulian sosial. Di samping itu, satuan pendidikan juga diimbau untuk memperbanyak aktivitas keagamaan bagi siswa, misalnya kegiatan pesantren kilat ataupun buka bersama.
“Selanjutnya pembiasaan ibadah, aktivitas literasi keagamaan, serta nanti ketika pulang anak-anak bisa beraktivitas bersama keluarga dan lingkungan masyarakat seperti takjilan, mengaji, dan sebagainya. Akan kita pantau,” ucap Akhmad.
Dia menambahkan, libur pasca Ramadan nantinya akan dimulai pada 16-17 Maret dan 23-27 Maret 2026. Siswa diimbau untuk bisa melaksanakan kegiatan menyambut hari raya Idulfitri bersama keluarga seperti membayar zakat melalui amil zakat di sekolah, menjalin silaturahim di lingkungan masyarakat, ataupun menjalankan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....