Ramadan 1447 H, Wawali Ajak Hadirkan Kebahagiaan untuk Sesama

  • 19 Feb 2026 14:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ibadah puasa dalam bulan suci Ramadan tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain. Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan saat memberikan ceramah antara shalat Isya dengan Tarawih di Masjid Pangeran Diponegoro, kompleks Balai Kota Kota Yogyakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Wawan menyampaikan, bulan suci Ramadan menjadi ruang untuk bermuhasabah, yang menjadi penting untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan seluruh umat muslim khususnya di Kota Yogyakarta. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak doa selama bulan Ramadan.

“Puasa itu bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tapi bagaimana kita bisa melatih diri untuk menjadi pribadi yang lebih peduli, lebih sabar, dan lebih bermanfaat bagi sesama. Intinya, bagaimana caranya kita bisa membahagiakan orang lain,” katanya.

Nilai-nilai yang diajarkan dalam Ramadan seperti kesabaran, empati, dan kepedulian sosial harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama bulan puasa, tetapi juga setelah Ramadan berakhir.

Wawan mengatakan, Ramadan merupakan momentum spiritual yang sangat istimewa karena menjadi waktu dikabulkannya doa-doa. Dalam kesempatan tersebut, Ia juga berpesan kepada seluruh warga Kota Yogyakarta agar senantiasa menjaga keharmonisan dan kerukunan antar sesama.

“Saya mengajak seluruh warga Kota Yogyakarta untuk terus menjaga harmonisasi, saling menghormati, saling membantu, agar Yogyakarta tetap menjadi kota yang aman, nyaman, damai, dan kondusif,” ujarnya.

Suasana hangat Ramadan lampau kembali terlihat ketika para anak-anak selesai menjalankan shalat Tarawih. Anak-anak bersabar menunggu penceramah dalam hal ini Wakil Wali kota Yogyakarta Wawan Harmawan untuk meminta tanda tangan dalam mengisi buku kegiatan Ramadannya.

Wawan Harmawan dengan ramah dan duduk di karpet bersama anak-anak melayani satu per satu permintaan untuk menandatangani buku, sembari menyapa dan memberikan semangat agar terus rajin beribadah dan belajar. Momen manis penutup kegiatan tarawih ini juga memberikan kesan mendalam bagi anak-anak sebagai generasi penerus, bahwa pemimpin daerah hadir dan dekat dengan warganya, sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan beragama.

Buku saku tugas Ramadan yang biasa diberikan sekolah kepada para pelajar. Di dalamnya terdapat kolom rutinitas ibadah seperti tadarus Alquran, salat tarawih, hingga rangkuman tema ceramah tarawih yang harus diisi dan ditandatangani oleh penceramah atau tokoh yang hadir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....