Seruan MUI DIY Sambut Ramadhan 1447 Hijriah

  • 03 Feb 2026 17:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan seruan dalam rangka menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 H/ 2026 M. Seruan tersebut salah satunya terkait potensi perbedaan awal atau 1 Ramadhan.

Ketua Umum MUI DIY Prof. Dr KH. Machasin, M.A., mengatakan, awal Ramadan 1447 H tahun ini berpotensi ada perbedaan. Perbedaan ini karena perbedaan metode penentuan awal bulan dan sistem kalender yang dipergunakan. 

"Dimohon kaum muslimin menyikapi dengan bijak agar senantiasa tercipta suasana yang tenteram di tengah umat lslam," katanya, Selasa, 3 Februari 2026.

KH. Machasin menyampaikan, selain menyikapi secara bijak perbedaan awal Ramadhan, umat muslim juga harus memperhatikan penggunaan pengeras suara baik volume maupun jam penggunaannya. Sesuai Surat Edaran Menteri Agama No. 5 tahun 2022.

Di samping itu, materi tausiyah juga diharapkan bisa meningkatkan iman dan taqwa, serta tetap menjaga ukhuwah  dan menjauhi hal-hal yang meresahkan umat lslami. Termasuk, kaum muslimin hendaknya berhati-hati menerima berita dan ajakan menyesatkan.

"Bila ada permasalahan yang berkaitan dengan masalah agama dan keagamaan, dapat berkonsultasi dengan MUI DIY atau lembaga/ormas lslam untuk menghindari penyimpangan aqidah maupun syariah. Termasuk lewat media interaktif pada Website MUl, Warga bertanya MUI menjawab," ujarnya. 

Sementara terkait menu makanan saat berbuka ataupun sahur, Sekretaris Umum Dr. H. Wijdan Al-Arifin, M.Pd.I., mengingatkan agar tidak berlebihan. Termasuk saat menyambut Idul Fitri 1447 H. 

"Hindari mempersiapkan menu makanan untuk berbuka/sahur yang secara berlebihan, begitu pula hindari menyambut lebaran yang terlalu konsumtif agar tak menimbulkan kemudaratan dan pemborosan," katanya.

Saat pelaksanaan takbir kelling nantinya, MUI juga berharap, tetap memperhatilkan ketertiban lingkungan dan lalu lintas, menghindari hura-hura. Agar senantiasa tercipta suasana yang lebih khidmah dan sakral, serta syukur lebih dioptimalkan takbiran di masjid dan musholla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....