Dinilai Lebih Siap, Maroko Bakal Beri Kejutan Besar Hadapi Prancis di 8 Besar
- 09 Jul 2026 20:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Boston – Tinta sejarah kembali menggoreskan catatan pertemuan penting antara timnas Maroko dan Prancis. Setelah Piala Dunia 2022 di Qatar, kedua kesebelasan kini kembali bertarung di babak perempat final, Jumat, 10 Juli dini hari WIB, di Boston Stadium, Foxborough, Amerika.
Bagi pemain sayap Maroko Zakaria Aboukhlal, yang tampil dalam kekalahan 2-0 di Piala Dunia 2022, pertemuan kedua ini akan menjadi penentu perjalanan luar biasa tim berjulul Singa Atlas kali ini.
Aboukhlal tampil sebagai pemain pengganti di babak kedua melawan Les Bleus saat Maroko menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. Meskipun tidak terpilih untuk turnamen 2026, dia tetap mengikuti perkembangan timnya, setelah bermain bersama banyak pemain di skuad saat ini.
“Saya ingat intensitas dan perasaan bahwa kami masih dalam permainan,” kata Aboukhal dalam sebuah wawancara eksklusif.
Aboukhlal masih mengingat dengan jelas pertemuan tahun 2022 dengan Prancis. Meskipun tertinggal 1-0 di awal pertandingan karena gol pembuka Theo Hernandez, dia menegaskan bahwa The Atlas Lions tidak pernah merasa kalah dalam pertandingan. Meskipun Les Bleus akhirnya menggandakan keunggulan mereka melalui Randal Kolo Muani dan mempertahankan keunggulan hingga akhir dengan kemenangan 2-0.
“Meskipun tertinggal, kami terus percaya dan berjuang. Melawan Prancis selalu sulit, karena mereka akan menghukum setiap kesalahan kecil yang kami lakukan. Mereka memiliki kecepatan, pengalaman, dan pemain yang dapat menentukan pertandingan dalam satu momen. Terkadang Anda merasa mengendalikan permainan, tapi satu transisi dapat mengubah segalanya,” ujarnya.
Terlepas dari kekalahan pada tahun 2022, Maroko disambut bak pahlawan saat kembali ke Rabat. Aboukhal mengatakan perjalanan luar biasa ke semifinal menanamkan kepercayaan diri pada para pemain dan penggemar yang tetap melekat pada Singa Atlas sejak saat itu.
“Itu sangat berarti. Tidak hanya bagi para pemain, tapi bagi seluruh negara dan warga Maroko di seluruh dunia. Saya pikir itu mengubah kepercayaan seputar sepak bola Maroko. Sebelumnya, orang mungkin berharap Maroko dapat bersaing dengan negara-negara besar. Sekarang semua orang tahu Maroko pantas berada di level itu,” ujar pemain sayap Torino itu.
Pergeseran mentalitas itu terlihat jelas sepanjang perjalanan Maroko di Amerika Utara, menurut Aboukhlal. Setelah mengamati dari jauh, dia terkesan dengan ketenangan tim asuhan Mohamed Ouahbi. Ketika ditanya apa yang paling membuatnya terkesan, sang pemain sayap menjawab dengan tegas. "Kedewasaan. Mereka terlihat tenang, percaya diri, dan kompak," kata Aboukhlal.
Aboukhal pun percaya, timnas Maroko saat ini lebih kuat dan percaya diri jika dibandingkan debut pertama mereka di Qatar empat tahun silam.
"Mereka tidak terlihat terkejut berada di tahap ini. Mereka ingin bermain sesuai kekuatan sendiri, siapa pun lawannya. Kami melihatnya saat melawan Brasil dan Belanda,” kata dia, menambahkan.
Kepercayaan diri itu akan menghadapi ujian terberatnya melawan tim Prancis yang menurut Aboukhlal tidak dapat direduksi kepada hanya satu superstar saja, meskipun fokus tak terhindarkan tertuju pada Kylian Mbappe.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....