Kala Pochettino Bawa Sejarah Baru Amerika Serikat di Piala Dunia

  • 03 Jul 2026 00:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, San Fransisco – Skuad Amerika Serikat akhirnya mengakhiri penantian sejak 2002 untuk meraih kemenangan di fase gugur setelah tim asuhan Mauricio Pochettino menundukkan Bosnia dan Herzegovina pada Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 di San Francisco Bay Arena Stadium, Kamis, 2 Juli pagi.

Pertandingan berlangsung sengit menghadapi pertahanan Bosnia dan Herzegovina yang terorganisasi dengan baik. Namun, tuan rumah AS mampu menampilkan permainan yang disiplin sebagai sebuah tim untuk mengamankan kemenangan meyakinkan 2-0.

"Saya sangat bangga dengan tim ini. Hari ini bukan hanya soal kemenangan itu sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kami meraihnya. Itu adalah hal yang sangat penting. Anda bisa saja menang, tetapi yang benar-benar menentukan adalah cara Anda meraih kemenangan," ucap Mauricio Pochettino sebagai pelatih AS.

Meski Amerika tampil cukup nyaman sepanjang sebagian besar pertandingan dan hanya memberikan sedikit peluang bersih kepada Bosnia dan Herzegovina, jalannya laga berubah pada menit ke-64 ketika pencetak gol Folarin Balogun diganjar kartu merah langsung. Momentum sempat beralih ke kubu Bosnia, tetapi AS mampu meredam tekanan sebelum Malik Tillman memastikan kemenangan melalui tendangan bebas langsung.

"Saya rasa ini menunjukkan betapa tangguhnya tim kami dan seberapa besar komitmen yang kami miliki," kata bek Amerika Serikat, Antonee Robinson seusai pertandingan.

Antonee yang bermain apik di hadapan publik sendiri mengakui Bosnia adalah lawan yang gigih dan tak mudah menyerah. "Semuanya memang terasa lebih mudah ketika segala sesuatunya berjalan sesuai keinginan dan Anda bermain bagus. Namun, hari ini kami menemukan cara untuk memenangkan pertandingan meski bermain dengan satu pemain lebih sedikit. Itu menunjukkan bahwa kami semua bergerak ke arah yang sama dan memberikan segalanya bersama-sama," ucap dia.

Respons tepat

Gelandang klub AC Milan yang menjadi penyerang lubang timnas AS, Christian Pulisic juga menyoroti respons tim setelah Balogun mendapat kartu merah. "Kami menampilkan performa yang luar biasa. Kartu merah itu jelas sangat disayangkan, tetapi para pemain tidak membiarkan hal itu mengganggu fokus mereka. Semua memberikan segalanya, dan pada akhirnya itulah yang menjadi pembeda," kata Pulisic.

Bosnia dan Herzegovina selalu mencetak gol dalam empat pertandingan sebelumnya di Piala Dunia sebelum menghadapi Amerika Serikat. Dengan Edin Dzeko, Ermedin Demirovic, dan Kerim Alajbegovic di lini depan, kekuatan mereka jelas terletak pada sektor serangan. Namun, Stars and Stripes berhasil meredam hampir seluruh ancaman lawan dan menutup pertandingan dengan catatan nirbobol.

"Kami selalu bangga bisa mencatat nirbobol. Namun bagi kami para pemain bertahan, prinsipnya selalu sama: jika kami menjalankan tugas dengan baik, kami bisa memberi kesempatan kepada para pemain depan untuk menjadi pembeda. Itulah yang terjadi hari ini," ujar Chris Richards.

Selain puas membawa tim lolos ke Babak 16 Besar, Pochettino juga merayakan pencapaian pribadi. Pelatih berusia 54 tahun itu kini menjadi pelatih Amerika Serikat tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan torehan tiga kemenangan di ajang tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....