BPOB Siap Gelar BiosfeRun 2026, Jelajahi Alam Perbukitan Menoreh 3 Kabupaten

  • 02 Okt 2026 09:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ajang lari lintas alam (trail run) di perbukitan Menoreh, BiosfeRun 2026 akan kembali diselenggarakan pada Minggu, 18 Oktober 2026, dengan titik kegiatan di Lapangan Pagerharjo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Event rutin kelima yang digelar Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menargetkan 1.000 pelari yang terbagi dalam tiga kategori, yakni 7K, 15K, dan 30K.

Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto menyampaikan, BiosfeRun menjadi salah satu upaya BPOB dalam menghadirkan kegiatan pariwisata yang memberikan pengalaman kepada wisatawan sekaligus menciptakan manfaat bagi kawasan dan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, para pelari akan disuguhkan dengan bentang alam perbukitan menoreh yang menghubungkan tiga Kabupaten di DIY dan Jawa Tengah, yakni Kulon Progo, Magelang, dan Purworejo.

“BiosfeRun 2026 kami hadirkan bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun pariwisata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui perpaduan olahraga, alam, dan budaya, kami ingin menghadirkan event berkualitas yang tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujarnya, dalam jumpa media, Kamis, 1 Oktober 2026.

Selain menjadi ruang bagi para pelari, BiosfeRun 2026 juga menjadi wadah kolaborasi bersama masyarakat dalam mengangkat potensi alam dan kekayaan budaya kawasan Menoreh. Keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan agar manfaat yang tercipta tidak berhenti pada pelaksanaan event, tetapi turut memberikan dampak bagi desa-desa di sekitar kawasan.

Kepala Divisi Pemasaran Nusantara Pariwisata BPOB, Ricky Harris Fadhila, menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menghadirkan BiosfeRun sebagai event yang tumbuh bersama kawasan.

“BiosfeRun tidak hanya diperuntukkan bagi para pelari, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bersama masyarakat. Kami ingin event ini ikut mengangkat potensi alam, budaya, serta produk dan aktivitas masyarakat lokal sehingga manfaat penyelenggaraannya dapat dirasakan secara langsung oleh desa-desa di sekitar kawasan Menoreh,” ucapnya.

Melalui BiosfeRun 2026, BPOB berharap dapat mendorong manfaat yang berkelanjutan, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat desa, pelestarian budaya dan lingkungan, hingga memperluas pengenalan Borobudur Highland sebagai destinasi pariwisata hijau dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

Race Director Biosferun 2026, Roostian Gamananda mengingatkan, setiap peserta lari harus memastikan kesiapan fisiknya masing-masing. Termasuk istirahat malam yang cukup sebelum besuknya masuk ke lintasan.

Nantinya, start masing-masing rute akan dimulai untuk 30K pada pukul 02.00 WIB, 15K mulai pukul 05.00 WIB, dan 7K pukul 06.00 WIB. Roostian mengungkapkan, terdapat perbedaan signifikan dalam pelaksanaan BiosfeRun 2026, terutama dari sisi peserta.

"Tahun kemarin yang mana dominasinya masih di kategori 7 sampai 15 sekarang 30 K. Kenapa sih 30 K? hari ini memang ada fenomena, jadi teman-teman yang sudah masuk ke road terus berikutnya mereka nyobain trail, bahkan sekarang trail yang tahun lalu mungkin itu masih nyoba-nyoba di kategori yang pendek-pendek, sekarang sudah ada yang di incar nih, yaitu intrapoint-nya," katanya, menambahkan.

Selain kesiapan fisik, Roostian juga menyebutkan, para pelari khususnya 30K diwajibkan membawa peluit sebagai alat peringatan ketika terjadi emergency. Termasuk memperhatikan marka/petunjuk arah, jika pelari yang sudah berlari sejauh 30 meter tidak menemukan marka, maka pelari tidak di rute yang sebenarnya.

"Kalau ternyata malamnya rest-nya cuma 3 sampai 4 jam, saya sarankan mending enggak usah start sekalian. Kenapa? Karena itu sangat berbahaya sekali. Terlalu memakai tubuh dalam kondisi yang tidak fit itu sangat berbahaya," ujarnya, mengungkapkan.

Mengusung filosofi “Memayu Hayuning Bawana”, yang dimaknai sebagai upaya merawat diri, bumi, dan sesama, BiosfeRun 2026 mengajak setiap peserta untuk tidak sekadar menaklukkan lintasan, tetapi juga membangun kepedulian terhadap kelestarian alam dan kehidupan masyarakat di kawasan Menoreh.

Penyelenggaraan BiosfeRun 2026 juga menjadi bagian dari komitmen BPOB dalam mendorong pengembangan pariwisata yang memperhatikan keseimbangan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Selaras dengan program Kementerian Pariwisata, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan event berkualitas sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....