Road to Lari Lingkar Merapi 2026 Kenalkan Tantangan Ultra Trail Merapi

  • 31 Agt 2026 07:02 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Fun Trail 6,2 kilometer dan Sharing Session Road to Lari Lingkar Merapi 2026 digelar di Ledok Sambi Ecopark, Pakem, Sleman, Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang pengenalan konsep, rute, dan tantangan Lari Lingkar Merapi 2026 kepada komunitas pelari.

Acara dimulai pukul 06.30 WIB dengan fun trail sejauh 6,2 kilometer. Kegiatan kemudian dilanjutkan fun games dan sharing session bersama pengelola serta pelari berpengalaman.

Race Director Lari Lingkar Merapi, Roostian Gamananda, mengatakan Lari Lingkar Merapi berangkat dari kerinduan terhadap Gunung Merapi. Menurutnya, peserta akan mendapatkan pengalaman ultra trail dengan mengelilingi Gunung Merapi tanpa mendaki menuju puncak.

"Jadi, gagasan utamanya, teman-teman akan mendapatkan pengalaman ultra trail mengelilingi Gunung Merapi," kata Roostian.

Roostian menjelaskan rute 125 kilometer telah melalui survei dan simulasi untuk memastikan keamanan peserta. Rute tersebut disusun dengan mempertimbangkan batas aman kawasan rawan bencana serta koordinasi dengan Taman Nasional Gunung Merapi.

Menurut Roostian, rute terpanjang memiliki elevasi positif sekitar 6.000 meter. Ia menyebut tantangan tersebut dirancang memberikan pengalaman ultra trail dengan karakter lintasan yang beragam.

Sementara itu, Head of Committee Lari Lingkar Merapi sekaligus Director of Business Development Ledok Sambi Ecopark, Adrian Hermanu, menjelaskan alasan pemilihan lokasi. Menurutnya, Ledok Sambi memiliki fasilitas yang mendukung konsep race village sekaligus kebutuhan pelari.

"Kami merasa acara trail di Jogja atau trail pada umumnya sangat erat hubungannya dengan kondisi race village. Kebutuhan akomodasi juga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pelari dalam mengikuti ajang trail." ujar Adrian.

Adrian mengatakan Ledok Sambi memiliki camping ground yang mampu menampung sekitar 40 tenda. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai dapat mendukung kebutuhan peserta Lari Lingkar Merapi sekaligus menjadi bagian dari pengembangan Ledok Sambi menuju kawasan sport tourism.

Pelari asal Kolombia, Daniel Ortiz, turut membagikan pengalaman dalam sharing session. Ia menjelaskan karakter lintasan Lari Lingkar Merapi akan menghadirkan berbagai permukaan dan kondisi medan.

"Ini campur-campur, bisa masuk hutan, bisa tanah, bisa masuk kebun, desa," ujar Daniel. Ia menyebut peserta juga akan melewati cor, aspal, pasir, serta sejumlah lintasan naik dan turun.

Suasana sharing session Road to Lari Lingkar Merapi 2026 yang berlangsung di Ledok Sambi Ecopark, Pakem. (Foto: Lari Lingkar Merapi)

Lari Lingkar Merapi 2026 akan berlangsung pada 13-15 November 2026 dengan Ledok Sambi Ecopark sebagai Official Venue & Accommodation. Ajang tersebut menyediakan enam kategori, yakni 7K, 15K, 30K, 60K, 125K Individu, dan 125K Relay 4.

Selain tantangan lintasan, peserta akan menikmati panorama Gunung Merapi, hutan tropis, serta kekayaan budaya lokal sepanjang perjalanan. Konsep tersebut menjadikan Lari Lingkar Merapi sebagai pengalaman olahraga yang memadukan tantangan fisik, alam, dan budaya.

Road to Lari Lingkar Merapi 2026 diharapkan memberikan gambaran kepada calon peserta mengenai karakter lintasan dan tantangan perlombaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dan persiapan sebelum pelaksanaan Lari Lingkar Merapi pada November mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....